Hendi Gemas Pergantian Lahan SMPN 16 Semarang Belum Disepakati
Relokasi SMPN 16 Semarang yang terdampak pembangunan infrastruktur jalan tol masih belum juga dilaksanakan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Relokasi SMPN 16 Semarang yang terdampak pembangunan infrastruktur jalan tol masih belum juga dilaksanakan.
Saat ini, sekolah masih menempati separuh lahan yang tersisa.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku gemas lantaran proses pergantian lahan SMPN 16 Semarang belum kunjung disepakati.
Hingga saat ini juga belum ada tanda-tanda pembangunan sekolah baru.
"Saya gemas, sekolah itu sudah sangat terganggu.
Lokasinya sudah berkurang separuh, tapi pergantian lahan oleh Jasamarga belum clear," geramnya.
Hendi, sapaan akrabnya, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang untuk terus berkomunikasi lebih baik dengan pihak Jasamarga agar lahan relokasi SMPN 16 Semarang segera disepakati.
Dia menginginkan, lokasi pengganti tidak jauh dari lokasi sebelumnya dan lebih luas agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman.
"Kalau lokasi yang sekarang menurut saya sekolahnya tidak keren.
Infrastruktur tidak oke, pola pembelajaran pasti juga tidak nyaman karena sangat bising," ujarnya.
• Trans Jateng Rute Semarang-Kendal Butuh 20 Armada Bus, Jamal Sebut Baru Tersedia 14
• Kisah Pilu Ibu Korban Pembunuhan Sadis di Banyumas, Selalu Menanti Kedatangan Anaknya Saat Lebaran
• Danlanal Semarang Harap Pemkab Rembang Bisa Bekerjasama dengan Pos AL di Rembang
• Kemenlu dan Disbudpar Ajak 60 Pelaku UMKM di Kota Semarang Go Digital
Sementara itu, Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, hingga kini Disdik masih menunggu persetujuan tertulis dari pihak Jasamarga terkait ganti untung relokasi SMP yang saat ini tinggal separuh dari luas sebelumnya.
Alternatif lokasi pun sudah mengerucut.
Ada tiga alternatif, satu diantaranya berada Jalan Prof Hamka, dekat Pizza Hut Ngaliyan.
Menurut Gunawan, lokasi yang satu ini cukup untuk mengganti lokasi sekolah yang ada saat ini.
Disamping luas dan strategis, lokasi ini dekat dengan lokasi sebelumnya.
Terkait dengan anggaran pembangunan, pihaknya belum mengetahui.
Semua itu masih dalam persetujuan pihak Jasamarga.
"Kami menunggu persetujuan tertulis dari jasa marga agar semua kena ganti rugi.
Kalau semua kena ganti rugi otomatis lebih besar dari yang saat ini," ucap Gunawan.
Saat ini proses belajar mengajar di SMP yang berada di Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Semarang ini, lanjutnya, memang masih dapat berjalan normal.
Seluruh siswa dapat terakomodir belajar di sisa ruang kelas yang ada.
Hanya saja, segala sesuatu membutuhkan kenyamanan.
Oleh karena itu, pihaknya berharap Jasamarga segera memberikan kepastian terkait relokasi SMPN 16 Semarang.
"Yang namamya kena proyek bukan kemauan kami.
Kami harap dengan ganti untung ini bisa memberikan fasilitas lebih bagus untuk sekolah yg kena dampak tol," sebutnya.
Saat dikonfirmasi, Direktur Utam PT Jasamarga, Arie Irianto mengatakan, terkait relokasi SMPN 16 Semarang kewenangan ada pada pihak pejabat pembuat komitment (PPK) Tanah.
"Itu bukan kewenangan kami untuk menjawab. Itu menjadi kewenangan PPK," ucapnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-semarang-hendrar-prihadi-hendi-melakukan-pantauan-ke-beberapa-tps.jpg)