Sudah 20 Hari Gunung Slamet Berstatus Waspada, Suhu di Wisata Air Panas Guci Tegal Masih Normal

Status Waspada atau level 2 pada Gunung Slamet telah berlangsung selama 20 hari.

Sudah 20 Hari Gunung Slamet Berstatus Waspada, Suhu di Wisata Air Panas Guci Tegal Masih Normal
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Obyek wisata Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Status Waspada atau level 2 pada Gunung Slamet telah berlangsung selama 20 hari.

Hal itu tercatat sejak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan peningkatan status dari normal ke waspada atau level II pada 9 Agustus 2019 lalu.

Gunung yang membentang di lima kabupaten, yakni Kabupaten Banyumas, Pemalang, Tegal, Purbalingga dan Brebes itu masih belum memunculkan tanda-tanda turunnya aktivitas vulkanologi.

Status waspada yang tersemat pada Gunung Slamet hingga saat ini belum mempengaruhi suhu di wisata Pemandian Air Panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Kepala UPTD Pariwisata Guci, Abdul Haris menuturkan, sejauh ini, aktivitas pada Gunung Slamet tidak berdampak pada naiknya suhu di sejumlah pancoran, kolam pemandian air panas Guci.

Lagi, Satresnarkoba Polres Purworejo Tangkap Pemakai Narkoba

Lestarikan Bangunan Tua, Festival Kota Lama Klampok Banjarnegara Kembali Digelar

Buruan, Ada Tambahan Tiket Nonton Westlife di Semarang, Begini Cara Dapatnya

Isnaini Dorong 2020 Kolam Renang Milik Pemkot Pekalongan Kembali Diaktifkan

"Masih normal mas. Suhu air panas di sini belum terpengaruh meski Gunung Slamet masih berstatus waspada," kata Haris kepada Tribunjateng.com, Rabu (28/8/2019).

Dia menuturkan, himbauan untuk tidak berendam akan muncul apabila suhu pada pemandian air panas di Guci sudah mendekati angka 50 derajat celcius.

Hingga saat ini, kata Haris, masyarakat atau wisatawan hanya belum diperbolehkan untuk beraktivitas dalam radius 2 Km dari kawah puncak Gunung setinggi 3428 MDPL itu.

Haris menuturkan, masih adanya peningkatan aktivitas pada Gunung Slamet tidak berpengaruh juga terhadap jumlah pengunjung ke wisata andalan Kabupaten Tegal ini.

"Tidak berpengaruh juga mas. Masih normal saja. Hari biasa sekitar 1500 pengunjung. Sedangkan hari libur ada 3000 sampai 5000 pengunjung. Jadi, tidak ngaruh. Normal-normal saja," jelasnya. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved