Dinkes Temukan Penyakit IMS pada PSK di SK dan GBL

Bagi pria hidung belang yang suka "jajan" di lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu (GBL) harus mewasdai penyakit infeksi menular seksual.

Dinkes Temukan Penyakit IMS pada PSK di SK dan GBL
Businessinsider
Ilustrasi PSK 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Bagi pria hidung belang yang suka "jajan" di lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu (GBL) harus mewasdai penyakit infeksi menular seksual.

Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menemukan adanya penyakit infeksi menular seksual (IMS) pada wanita pekerja seks (PSK) yang ada di lokalisasi Sunan Kuning (SK) dan Gambilangu (GBL).

Hal tersebut diketahui pasca Dinkes Kota Semarang melakukan pemeriksaan rapid diagnostic test di dua lokalisasi yang akan ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tersebut.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Moch Abdul Hakam menyampaikan, pemeriksaan rapid test ini masuk dalam tahapan penutupan lokalisasi.

Ini sangat diperlukan agar penyebaran infeksi baru HIV/AIDS atau penyakit menular seksual lain tidak meluas ke daerah-daerah. Apalagi, para WPS nantinya akan dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Kami periksa seluruh WPS yang terdata oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang. Di situ sudah ada data by name by adress," jelas Hakam, Kamis (29/8).

Hakam menjelaskan, pemeriksaan terhadap para WPS sudah dilakukan beberapa hari yang lalu di lokalisasi Sunan Kuning maupun Gambilangu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihaknya menemukan WPS yang terkena IMS seperti gonore (GO), keputihan, dan raja singa atau sifilis. Selain itu, petugas juga menemukan WPS yang terinfeksi HIV reaktif di Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu.

"Pokoknya ada, kami tidak menyebutkan berapa. Prinsipnya data ini kami simpan, kami akan kirim ke dinas kabupaten/kota dimana WPS tinggal agar nanti bisa ditindaklanjuti, jika mereka bekerja seperti itu lagi di tempat lain, maka akan kelihatan databasenya," jelasnya.

Mengetahui hasil pemeriksaan ini, Hakam pun langsung memberikan edukasi kepada WPS agar yang sudah terinfeksi positif untuk dapat meminimalisasi penularan.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved