Polines Masuk Peringkat 4 Perguruan Tinggi Vokasi Terbaik Kemenristekdikti
Belum lama ini Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi baik vokasi maupun non
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Belum lama ini Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi baik vokasi maupun non vokasi tahun 2019.
Dalam daftar perguruan tinggi vokasi terbaik, Politeknik Negeri Semarang (Polines) raih peringkat keempat.
Dalam pemeringkatan Kemenristekdikti, Polines meraih skor 1.756 dan menjadi perguruan tinggi vokasi klaster 2.
Direktur Polines, Ir. Supriyadi menuturkan skor dan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras Polines.
"Menjadi hal yang dibanggakan, dan akan mendapat perbaikan serta inovasi berkelanjutan," ujarnya, Sabtu (31/8/2019).
Menurutnya lewat pemeringkatan yang dilakukan Kemenristekdikti, mahasiswa Polines bisa semakin optimal mengikuti kegiatan perkuliahan.
Pasalnya, penilaian Kemenristekdikti di pemeringkatan tersebut di antaranya meliputi presentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan, laporan keuangan, di samping jumlah dosen asing, pembelajaran daring, hingga jumlah sitasi per dosen dan jumlah paten per dosen yang ada.
Meski tak menyebut presentase lulusan kampusnya yang langsung mendapat pekerjaan dalam 6 bulan, namun Ir. Supriyadi mengatakan para lulusannya banyak yang langsung bekerja.
• Purwacaraka Prediksi Industri Musik di Semarang Akan Tumbuh Mengikuti Indikator Ekonomi
• Jawara Kontes Sapi PO Kebumen Ngamuk, Penonton Salah Fokus ke Perawakannya
• Pria di Boltim Ini Sebar Video Mesumnya dengan Kekasih, Begini Nasibnya Sekarang
• Dewi Persik dan Nita Talia Siap Goyang Pekalongan, Bupati Berharap Berdampak Bagus ke Pedagang
Sebab, beberapa kelas yang ada di Polines merupakan kelas kerjasama dengan beberapa perusahaan bonafit di bidangnya masing-masing.
"Hasil ini, merupakan kerja keras semua pihak," paparnya.
Sebelumnya di daftar peringkat perguruan tinggi non vokasi Kemenristekdikti, Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) masuk dalam 20 besar.
Unnes, berada di klaster 2 dengan peringkat ke-18.
Sementara Undip berada di klaster 1 dengan peringkat 6 dengan skor 3.207.
Saat dikonfirmasi, Prof. Fathur Rokhman Rektor Unnes mengaku berbangga dengan pencapaian tersebut.
Artinya sejak 2015, Unnes telah masuk ke perguruan tinggi klaster dua.
"Upaya untuk masuk klaster 1 terus diupayakan dengan memenuhi berbagai indikator klasterisasi yang ditetapkan Kemenristekdikti," paparnya.
Unnes menurutnya terus mengejar agar segera masuk ke perguruan tinggu klaster 1.
Targetnya, ialah tahun depan predikat klaster 1 bisa diraih.
Menurutnya saat ini di Kemenristekdikti dalam pemeringkatan, terdapat kriteria dan instrumen baru yang berbeda dengan kriteria lama.
Badan Penjaminan Mutu Unnes menyiapkan kinerja sejak 2018 dengan kriteria lama.
"Ada satu indikator akreditasi internasional belum keluar karena 4 prodi baru divisit bulan agustus."
"Sehingga kinerja skreditasi internasional belum terpenuhi. Semoga tahun depan harapan Unnes masuk klaster 1 terwujud," imbuhnya.
Menurutnya dengan klaster 1, mahasiswa Unnes bisa semakin menikmati pembelajaran di Unnes, termasuk kualitas pendidikan dan sarana prasana yang semakin baik.
Sementara Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Undip Budi Setiyono mengaku bersyukur Undip bisa masuk ke peringkat enam Indonesia.
"Selain itu menurutnya Undip berada di posisi 240 Asia dan 801+ dunia," katanya. (Ahm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/direktur-polines-ir-supriyadi_20181107_183157.jpg)