UKSW SALATIGA
Seminar Internasional UKSW Tandai Peresmian CSR-CMR sebagai Pusat Dialog Lintas Agama
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar International Seminar and Inauguration of the Center of Excellence–Center
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar International Seminar and Inauguration of the Center of Excellence–Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) Satya Wacana Christian University and INSPIRE (International Symposium on Peace, Integrity, and Responsiveness of Ecotheology) 2026, Kamis (16/4/2026), di Ruang F114 UKSW.
Seminar internasional ini menjadi forum akademik strategis yang mempertemukan akademisi dan praktisi lintas institusi untuk mendalami relasi antar agama, khususnya hubungan Kristen-Muslim.
Hadir sebagai pembicara Rektor UKSW Periode 1983–1993 Profesor Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D., sekaligus Chairman of the Advisory Board CSR-CMR., Profesor Fatimah Husein, Ph.D., dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Dr. Samsul Ma’arif dari Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Yogyakarta, serta Richard McCallum dari Oxford Centre for Muslim-Christian Studies, Inggris.
Seminar ini dimoderatori oleh Faculty Affiliate CSR-CMR Arthik Davianti, S.E., M.Si., Ph.D.
Dalam paparannya, Profesor Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D. menegaskan bahwa sejak awal UKSW dibangun sebagai kampus terbuka bagi semua kalangan, agama, dan latar budaya.
Menurutnya, keberagaman bukan sekadar realitas sosial, melainkan fondasi moral dalam membangun kepemimpinan yang melayani.
“UKSW adalah kampus miniatur Indonesia yang sejak awal dihuni mahasiswa dari beragam budaya dan keyakinan. Pusat ini tidak boleh berhenti sebagai institusi akademik semata, tetapi harus menyentuh kebutuhan kemanusiaan, perkembangan peradaban, serta dengan setia mengerjakan apa yang dibutuhkan bangsa ini. Semua harus bertumpu pada kualitas yang berpusat pada manusia,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Indonesia sebagai bangsa plural membutuhkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas, tidak egoistis, serta mampu membangun relasi lintas iman demi kepentingan bersama.
Dialog Lintas Iman
Sementara itu, Profesor Fatimah Husein, Ph.D. dari UIN Sunan Kalijaga membahas Muslim-Christian Relations: Islamic Perspectives and Indonesian Experiences.
Ia menyoroti isu-isu seperti layanan sosial dan pendidikan yang dikelola komunitas Kristen, pembangunan rumah ibadah di wilayah mayoritas Muslim, perkawinan lintas agama, hingga praktik perayaan hybrid antar budaya.
“Kami berharap Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations ini dapat memberi kontribusi signifikan bagi tumbuhnya pemahaman yang lebih baik, dialog yang lebih mendalam, dan keterlibatan nyata antar umat beragama, khususnya Muslim dan Kristen,” ujarnya.
Perspektif lebih luas disampaikan Dr. Samsul Ma’arif dari ICRS Yogyakarta melalui tema Global-Local Vision of Engaged Religious Studies: Peace, Justice and Sustainability.
Ia menekankan bahwa studi agama tidak dapat dipisahkan dari dinamika kekuasaan, ketimpangan global, dan realitas sosial lokal.
“Perlu dibangun dialog antara studi agama dengan berbagai bidang ilmu lain yang mendorong produksi pengetahuan kolaboratif, peka konteks, inklusif, serta responsif terhadap realitas kehidupan dan transformasi global,” paparnya.
| Semangat Kartini Warnai Wisuda UKSW 2026, Perempuan Memimpin dan Menginspirasi Bangsa Maju Bersama |
|
|---|
| Tangis, Haru dan Terima Kasih: Wisuda UKSW Periode II Tahun 2026 Dedikasikan Kelulusan untuk Ibu |
|
|---|
| UKSW Jalin Kerja Sama Global dengan Oxford Center for Muslim-Christian Studies |
|
|---|
| UKSW Luncurkan CSR-CMR, Tegaskan Kampus Kristen Sebagai Ruang Dialog dan Damai Antaragama |
|
|---|
| UKSW Resmikan Center of Excellence CSR-CMR, Dorong Pemahaman Mendalam Relasi Kristen-Muslim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260425_uksw888886767.jpg)