Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Striker PSIS Semarang Ini Menangis saat Memasuki Lapangan Melawan Arema FC

Claudir Marini Junior menjalani debutnya bersama PSIS semarang di kompetisi Liga 1 dengan sangat baik kala dimainkan menghadapi Arema FC.

Tayang:
TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA
Striker PSIS Semarang Claudir Marini Junior mengusap ait matanya saat akan masuk ke lapangan jelang menghadapi Arema FC, Sabtu (31/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, MALANG - Claudir Marini Junior menjalani debutnya bersama PSIS semarang di kompetisi Liga 1 dengan sangat baik kala dimainkan menghadapi Arema FC.

Pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang tersebut berakhir seri 1-1.

Tuan rumah Arema FC lebih dulu unggul lewat Hamka Hamzah pada menit ke 17.

Namun PSIS Semarang mampu membalas di menit ke-77 lewat tendangan bebas Claudir Marini Junior.

Bagi Marini, laga kontra Arema FC sangat berkesan baginya.

Pemain berusia 26 tahun ini bahkan tak mampu menahan tangis sejak baru memasuki lapangan.

PSIS Semarang Tahan Imbang Arema FC di Liga 1, Bambang Nurdiansyah: Kami Beruntung

Hasil Hari Pertama FIBA Basketball World Cup 2019 - China Menang, Filipina Kalah dari Italia

Begitupula ketika sukses mencetak gol untuk PSIS. Marini pun terharu sesaat pasca merayakan gol.

Marini kembali menangis ketika hadir dalam jumpa pers seusai pertandingan.

Pertandingan menghadapi Arema FC di laga pamungkas putaran pertama Liga 1 menjadi kesempatan pertamanya membela PSIS.

Pada awalnya mantan pemain Chorinthians ini disiapkan PSIS di awal musim. Namun dalam sebuah laga uji coba sebelum komoetisi bergulir, Marini justru mengalami cedera parah.

Terpaksa, ia sementara waktu digantikan penyerang pinjaman asal Persija Jakarta, Silvio Escobar.

"Saya ingin berbicara, semua ini karena Tuhan. Empat bulan saya tidak bisa bermain bola karena saya mengalami cedera serius. Itu masa-masa sulit bagi saya. Karena saya datang ke Indonesia untuk bermain bola," kata Marini sambil mebgekuarkan air mata dalam jumpa pers seusai laga.

Dia mengaku, tak bisa bermain bola menjadi beban tersendiri untuknya.

"Empat bulan tanpa bermain bola sangat sulit, karena keluarga saya membutuhkan saya. Mereka memerlukan bantuan saya. Dan saya berterimakasih untuk istri saya, selalu disamping saya. Baik dalam sedih maupun senang," ucapnya.

Hasil Liga Inggris - Manchester United Raih Hasil Imbang Lawan 10 Pemain Southampton

Begal Payudara Terjadi Lagi, Ibu-ibu Berusaha Mengejar Pelaku

Ia juga berterimakasih kepada PSIS Semarang, khususnya CEO PSIS, Yoyok Sukawi yang masih memberikan kesempatan untuknya.

Disisi lain, ia juga berterimakasih kepada pelatih fisik PSIS saat ini, Izase Emikio Cugnier Filho yang membantunya cepat sembuh dari cedera.

"Terima kasih juga untuk presiden (CEO PSIS Yoyok Sukawi) yang masih memberikan saya kesempatan, dan juga fisioterapi saya. Emilio yang banyak membantu saya dalam pemulihan cedera," kata Marini.

"Dan tentu saja saya berterimakasih kepada pelatih yang memberikan saya kesempatan bermain pada malam ini. Ini sangat baik bagi saya," jelasnya.

Soal laga menghadapi Arema FC, Marini mengaku timnya baru saja melewati sebuah pertandingan cukup sulit musim ini.

Satu poin dari kandang Arema FC diakui Marini akan sangat berharga buat timnya untjk menatap laga-laga selanjutnya.

"Tentang pertandingan, hari ini laga yang sulit. Arema bermain sangat cepat. Mereka tim yang sangat bagus. Satu poin penting bagi kami. Dan kami senang untuk momen hari ini, saya juga senang untuk gol saya. Terima kasih masyarakat Semarang yang selalu mendukung kami," kata Marini. (arl)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved