Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Budi Sebut Krisis Air Bersih di Kabupaten Pekalongan Makin Meluas

Krisis air bersih di Kabupaten Pekalongan kian meluas akibat kemarau panjang tahun 2019.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Sejumlah warga mengantre air bersih 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Krisis air bersih di Kabupaten Pekalongan kian meluas akibat kemarau panjang tahun 2019.

Ribuan jiwa yang tersebar di sembilan desa di sembilan kecamatan saat ini mengalami krisis air bersih akibat sumur-sumur mulai mengering.

Sembilan desa yang mengalami krisis air bersih diantaranya di Kelurahan/Kecamatan Sragi, Desa/Kecamatan Kesesi, Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Desa Rowocacing, Kecamatan Kedungwuni, Desa Legokgunung, Kecamatan Wonopringgo, Desa/Kecamatan Doro, Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, dan Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, menerangkan, jumlah desa yang mengajukan bantuan dropping air bersih terus bertambah.

Jika sebelumnya hanya ada dua desa yakni di Kelurahan Sragi dan Desa Kesesi, beberapa desa lainnya juga mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih.

Budi menyebutkan BPBD sudah melakukan dropping 11 tangki di Kelurahan Sragi, untuk memenuhi kebutuhan air bagi 1.176 jiwa atau 340 kepala keluarga di kelurahan itu.

Dropping air bersih juga dilakukan di Desa Kesesi sebanyak 20 tangki untuk memenuhi kebutuhan air bagi 422 kepala keluarga atau 1.411 jiwa di Desa ini.

Selanjutnya, kata dia, dropping air bersih dilakukan di Desa Pecakaran.

Pihaknya sudah mendropping 7 tangki di desa ini, untuk memenuhi kebutuhan air bagi 1.036 jiwa bagi 259 KK.

"Krisis air bersih juga dialami warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, sehingga kami melakukan dropping 3 tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bagi 1.676 jiwa atau 481 KK di desa ini," kata Budi kepada Tribunjateng.com, Kamis, (5/9/2019).

Wilayah perkotaan lain yang mulai mengalami krisis air bersih, menurutnya di Desa Rowocacing, Kecamatan Kedungwuni.

Di desa ini, BPBD sudah melakukan dropping empat tangki untuk mencukupi kebutuhan 1.351 jiwa atau 413 KK.

Kemudian di Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar BPBD sudah melakukan dropping dua tangki untuk 457 KK atau 1.371 jiwa.

Lalu di Desa Legokgunung, Kecamatan Wonopringgo dua tangki untuk 201 KK atau 762 jiwa.

"Hari ini ada yang dua desa yang baru minta dropping air bersih yaitu di Desa Doro dan Desa Lambanggelun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved