Trans Semarang Koridor 8 Cangkiran-Pemuda, Indriyasari : Tingkatkan Kunjungan Wisata di Gunungpati
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menyambut baik rencana pengoperasian BRT Trans Semarang Koridor VIII rute Cangkiran-Pemuda.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menyambut baik rencana pengoperasian BRT Trans Semarang Koridor VIII rute Cangkiran-Pemuda.
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari optimistis kunjungan wisata ke wilayah Gunungpati, di antaranya Goa Kreo, Waduk Jatibarang, dan Desa Wisata Kandri akan semakin meningkat seiring hadirnya BRT Trans Semarang ke wilayah Gunungpati.
Sebab, menurutnya, aksesibilitas merupakan hal yang penting untuk menunjang pariwisata di suatu daerah. Jika akses mudah, kunjungan wisatawan juga akan lebih meningkat.
"Ini suatu langkah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk meningkatkan wisatawan, jalur wisata harus dilewati angkutan umum, semisal BRT. Harapan kami obyek wisata yang ada di sekitar wilayah tersebut bisa meningkat," tutur Iin, sapaan akrabnya, Minggu (8/9/2019).
Dikatakannya, Goa kreo hingga saat ini masih menjadi jujugan wisata favorit di Kota Semarang.
Wisata alam yang menyuguhkan pemandangan kera-kera di sekitarnya masuk dalam peringkat tiga wisata favorit di Kota Semarang setelah Lawang Sewu dan Semarang Zoo.
Adapun total pengunjung wisata Goa Kreo mencapai lebih dari 169 ribu pengunjung pada tahun 2018 lalu. Sementara, Waduk Jatibarang dan Desa Wisata juga perkembangannya cukup bagus.
"Kebetulan disana ada dua kelompok sadar wisata (Pokdarwis), yaitu Desa Wisata Kandri dan wisata Perahu di Waduk Jatibarang. Desa wisata Kandri juga masih jadi favorit dibanding desa wisata lainnya. Hadirnya Plaza Kandri di Waduk Jatibarang juga semakin membuat ramai. Ditambah nanti akses makin mudah, saya yakin akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah Gunungpati," paparnya.
Selain aksesibilitas yang mudah, lanjut Iin, guna meningkatkan pariwisata, peran masyarakat juga sangat penting.
Masyarakat harus dapat menangkap peluang, semisal membuat atraksi wisata yang menarik. Ditambah, dengan dukungan Pemkot Semarang.
Pada 2019 ini, pihaknya telah menambah atraksi di Goa Kreo berupa Panjat Pinang Kera.
Ke depan, Disbudpar bukan lagi menambah atraksi, melainkan menambah fasilitas-fasilitas di Goa Kreo, diantaranya petunjuk arah dan toilet.
Sementara, Desa Wisata Kandri, akan diajukan ke Provinsi Jawa Tengah (Prov Jateng) guna dilakukan verifikasi menjadi desa wisata tingkat provinsi.
Sebelumnya, Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, Koridor VIII BRT Trans Semarang akan melewati Terminal Cangkiran – Gunungpati – Goa Kreo – Manyaran – Museum Ronggowarsito – Karangayu – Jalan Pemuda (Balai Kota). Koridor ini ditargetkan mulai dapat melayani penumpang pada pertengahan November 2019 mendatang.
"Kami sedang melakukan persiapan termasuk pembangunan halte dan sosialiasi kepada masyarakat. Kami harap Koridor VIII bisa memudahkan masyarakat dalam pemenuhan angkutan massal yang ramah dan nyaman," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/brt_20180515_110759.jpg)