Pratiwi Berharap Sajadah di Musala Bandara Ditambah
Meski tersedia masjid cukup besar di areal Terminal Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, namun tak semua penumpang ternyata memanfaatkannya.
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Meski tersedia masjid cukup besar di areal Terminal Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, namun tak semua penumpang ternyata memanfaatkannya.
Sebut saja misalnya seorang penumpang bernama Pratiwi Setyo Budi. Kemarin, ia memilih untuk salat di musala Bandara yang berada di dekat ruang tunggu keberangkatan di terminal keberangkatan.
Banyak penumpang biasa menjalankan salat di musala tersebut ketika sedang menunggu jadwal penerbangan.
Pratiwi berharap fasilitas di musala Bandara diperlengkap.
Seperti sajadah untuk disediakan bagi penumpang yang akan menjalankan salat.
Menurut Tiwi, sapaannya, sajadah yang tersedia di musala Bandara sedikit.
Sehingga tidak mencukupi ketika datang waktu dan penumpang akan menjalankan ibadah.
"Musalanya lantainya agak rusak, jadi pas salat tidak nyaman. Sajadahnya sedikit dan tidak ada karpet di musala. Saya harus ngambil jilbab di tas untuk dipakai sajadah," beber Tiwi yang akan terbang ke Jakarta setelah menghadiri pernikahan teman di Semarang, Kamis (12/9).
Selain musala di dalam terminal Bandara, penumpang sebenarnya disediakan masjid di luar terminal.
Pengguna jasa dapat salat di Masjid Baitus Salam yang cukup luas dengan dua lantai. Masjid tersebut berada di depan terminal sisi barat.
Namun, di luar fasilitas di musala, Tiwi mengagumi fasilitas lain yang ada di Bandara. Menurutnya, fasilitas yang ada di Bandara Jenderal Ahmad Yani setara dengan Bandara internasional lain.
"Bandaranya bagus banget, nyaman, luas, dan papan infomasi jelas. Terus informasinya pakai tiga bahasa, ada Indonesia, Inggris, dan Jawa," sebutnya. (jam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/masjid-bandara-ahmad-yani.jpg)