Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hamerti Kitri Upaya Warga Pucung Pandak Wonosobo Lestarikan Kearifan Lokal

Ratusan perempuan berkebaya menyunggi tenong, sementara sejumlah pria mengenakan surjan dan jarit menjunjung dua gunungan hasil bumi, keliling kampung

Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki
Warga menyunggi ratusan tenong dan menjunjung dua ‎gunungan hasil bumi, keliling kampun, dalam acara Hamerti Kitri #2, di Dusun Pucung Pandak, Desa Sidorejo, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Minggu (15/9/2019). 

TRIBUNJATENG, WONOSOBO - Mengenakan pakaian adat Jawa, ratusan warga Dusun Pucung Pandak, Desa ‎Sidorejo, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo menggelar Hamerti Kitri #2, Minggu (14/9/2019).

Ratusan perempuan berkebaya menyunggi tenong, sementara sejumlah pria mengenakan surjan dan jarit menjunjung dua gunungan hasil bumi, keliling kampung.

Di sisi jalan, anak-anak dan warga lain menyaksikan dengan penuh khimat.

Usai diarak keliling kampung dan didoakan bersama-sama, ratusan tenong dan dua gunungan ‎itu diperebutkan warga.

Masyarakat setempat percaya, isi tenong berupa jajan pasar dan penganan tradisional, serta gunungan hasil bumi, yang telah didoakan itu, membawa berkah.

‎"Ini tadi ikut rebutan, dapat beberapa singkong dan sayuran."

"Nanti dimasak di rumah, dimakan sekeluarga."

"Semoga membawa berkah," ujarnya, sembari menggenong anaknya, yang masih balita.

Diakui, warga kampung setempat selalu mengadakan ritual budaya untuk menyambut bulan Suro‎, yang merupakan tahun baru dalam penanggalan Jawa.

Atau juga bertepatan dengan datangnya bulan Muharram dalam kalender Hijariyah.

Sesepuh kampung setempat,Kiai Ratno Khotibul Umam‎, mengatakan Hamerti bermakna menjaga, sementara Kitri dapat dimaknai sebagai kampung dan seisinya.

Sehingga, menurutnya, secara harfiah Hamerti Kitri dapat dimaknai sebagai upaya menjaga kampung dan seisinya, termasuk di dalamnya adalah kebudayaan.

"Ini sebagai wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Mahaesa, selama‎ setahun ini kami sudah diberi limpahan rezeki, keselamatan dan berkah bumi yang amat melimpah ruah," ujarnya.

Maka dari, sambung Umam, apa yang ada di dalam tenong tadi merupakan hasil bumi dari kampung Ujung Pandak.

Pula, penganan tradisional yang diolah‎ dari hasil bumi di kampung setempat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved