Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BREAKING NEWS : Kecelakaan Kapal, Dihantam Gelombang Tinggi, 2 Nelayan Cilacap Hilang

Dihantam gelombang tinggi, dua orang nelayan asal Cilacap dilaporkan hilang, pada Minggu (15/9/2019).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Kapal 'Setia Maju Putra' yang berada di pinggiran pantai Cilacap pada Minggu (15/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Dihantam gelombang tinggi, dua orang nelayan asal Cilacap dilaporkan hilang, pada Minggu (15/9/2019).

Perahu yang mereka tumpangi dilaporkan hilang akibat dihantam ombak cukup tinggi.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, peristiwa itu terjadi di Pantai Lengkong, sekira pukul 12.15 WIB," ujar Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono kepada Tribunjateng.com, Senin (16/9/2019).

Pihaknya mengatakan bahwa pada saat itu, perahu 'Setia Maju Putra' yang ditumpangi ketiga nelayan baru saja pulang dari mencari ikan.

Namun nahas, saat sampai di Pantai Lengkong untuk mendarat, perahu yang mereka tumpangi dihantam gelombang hingga akhirnya terbalik.

"Satu orang dinyatakan selamat, sedangkan dua nelayan lainnya dilaporkan hilang.

Sampai saat ini masih dalam pencarian. Namun untuk identitas korban selamat, kami belum mendapatkan datanya," tambahnya.

Dua orang nelayan yang dilaporkan hilang adalah atas nama Seno (28), warga Jalan Tupai RT 3 RW 14, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, dan Maryono (40), warga Desa Brebeg RT 4 RW 6, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap.

Mulwahyono mengatakan pihaknya telah memberangkatkan satu regu Basarnas Pos SAR Cilacap ke lokasi kejadian untuk menggelar operasi pencarian.

Pihak BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada tanggal 14-17 September 2019.

"Gelombang tinggi tersebut dipicu oleh keberadaan pusat tekanan rendah 998 hPa di Samudra Pasifik timur Filipina," ujar Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

Menurutnya pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator umumnya bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.

Selain itu interaksi antara pusat tekanan rendah dan pola angin tersebut berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jateng-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY.

"Kami kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku hingga tanggal 17 September 2019, pukul 07.00 WIB.

Dalam hal ini, tinggi gelombang maksimum di wilayah perairan selatan Jateng-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY diprakirakan mencapai kisauran 4-6 meter," pungkasnya. (Tribunjateng/jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved