Pambayun Kinasih Yekti Nastiti, Doktor Wanita Termuda Program Manajemen FEB UKSW
Pambayun Kinasih Yekti Nastiti menjadi doktor ke-22 yang diluluskan Program Studi Doktor Manajemen FEB UKSW.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pambayun Kinasih Yekti Nastiti menjadi doktor ke-22 yang diluluskan Program Studi Doktor Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kamis (12/9/2019).
Pambayun meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 setelah berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul ‘Manajemen Modal Kerja: Antara Determinan dan Sustainable Grow’.
Disertasi itu disampaikan di hadapan para penguji yang terdiri dari Prof Dr Intiyas Utami, Dr Usil Sis Sucahyo, Dr Theresia Woro Damayanti, dan Dr Indarto.
Disertasi yang disusun di bawah bimbingan Prof Supramono dan Apriani Dorkas Rambu Atahau ini mengangkat tentang efek dan determinan manajemen modal kerja pada perusahaan manufaktur.
Tercatat 137 perusahaan manufaktur di berbagai kota seluruh Indonesia menjadi lokasi penelitian Pambayun yang meraih gelar masternya dari Magister Manajemen FEB UGM dan Magister Akuntansi FEB UKSW ini.
“Pemilihan topik tersebut beranjak dari fenomena bahwa pada umumnya perusahaan manufaktur, termasuk di Indonesia memiliki proporsi modal kerja relatif besar mencapai lebih dari separuh total asetnya."
"Yaitu tercatat sebesar 52,62 persen selama periode 2010-2017,” terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Senin (16/9/2019).
Pambayun menilai, tingginya proporsi investasi modal kerja berimplikasi pada pentingnya manajemen modal kerja bagi keberlangsungan perusahaan manufaktur.
Mengingat, peran perusahaan manufaktur di Indonesia selama ini sebagai tulang punggung perekonomian memberikan kontribusi terbesar terhadap GDP dan ekspor Indonesia.
Temuan dari studi yang dilakukannya memperkuat argumentasi tentang peran krusial dari kemampuan manajer perusahaan mengelola modal kerja.
Karena menentukan keberlangsungan perusahaan untuk tumbuh dalam jangka panjang.
“Manajemen modal kerja perusahaan memiliki efek positif terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan memanfaatkan asetnya."
"Imbasnya, perusahaan memiliki kemampuan untuk bertumbuh secara berkelanjutan (sustainable grow)."
"Adapun efek determinan manajemen modal kerja yakni pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, disertasi yang digarap juga membahas orentasi kebijakan manajemen modal kerja dari sisi karakteristik gender manajer puncak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pambayun-kinasih-yekti-nastiti-uksw-salatiga.jpg)