Cara Mudah Cek Merkuri di Kosmetik Hanya Dengan Menggunakan Setrika

Kamu bisa gunakan setrika untuk mengecek kandungan merkuri di krim wajahmu. Caranya, Oleskan krim wajah ke kertas HVS putih, Setrika kertas HVS yang

Cara Mudah Cek Merkuri di Kosmetik Hanya Dengan Menggunakan Setrika
stock
Ilustrasi merkuri pada wajah 

TRIBUNJATENG.COM- Merkuri pada produk komestik sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan pemutih instan. Merkuri bersifat korosif atau sangat merusak kulit dalam waktu cepat.

Mengoleskan merkuri pada wajah atau kulit, akan membuat kulit menipis. Selain itu, penggunaan rutin merkuri pada wajah atau kulit dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan ginjal, dan kerusakan sistem saraf.

Jika krim wajahmu cepat membawa perubahan pada wajah seperti lebih cepat putih dan bersih dalam waktu sekitar 2 minggu, kamu harus waspada.

Lalu bagaimana cara mengetahui kandungan merkuri dalam kosmetik?

Dilansir dari www.healthine.com, Merkuri mempunyai bau menyengat dan tekstur lengket.

Namun untuk memastikan kandungan merkuri secara langsung dan sederhana, kamu bisa gunakan setrika.

Caranya adalah:

1. Oleskan krim wajah ke kertas HVS putih.

2. Setrika kertas HVS yang telah dioleskan krim tersebut.

3. Setrika tidak boleh dalam keadaan suhu panas, cukup denan suhu yang hangat saja.

4. Amati hasilnya, ciri ciri krim wajah yang mengandung merkuri akan membuat kertas HVS tadi berubah menjadi warna hitam.

5. Sebaliknya, jika kertas tidak menghitam, krim wajah yang tidak mengandung merkuri.

Pemakaian merkuri memang membebaskan wajah dari jerawat. Hal tersebut karena merkuri bersifat keras dan mengikis lapisan kulit.

Kulit terlihat tipis dan selanjutnya akan mudah berjerawat yang sulit sembuh.

Namun hal itu justru akan membuat kulit tidak lagi mengandung protein dan melanin yang berfungsi melindungi dari paparan sinar matahari.

Dilansir dari Alodocter.com, Penggunaan merkuri pada produk pemutih kulit juga memberi efek karsinogenik, yaitu kemungkinan dapat memicu kanker.

Penggunaan produk pemutih kulit yang mengandung merkuri dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

Merkuri tidak hanya akan berdampak kepada orang dewasa. Bayi dan anak merupakan golongan yang juga tidak luput dari risiko paparan merkuri dan efek sampingnya.

Saat anak bersentuhan dengan orang tua yang memakai produk berbahan merkuri, maka terdapat kemungkinan bahwa zat tersebut dapat masuk ke tubuh ketika anak mengisap jarinya.

Secara khusus, keracunan merkuri pada anak disebut infantile acrodynia. Hal ini dapat dikenali dengan munculnya gejala rasa sakit serta warna merah muda pada tangan dan kaki. (tribunjateng.com/jen)

Penulis: Wilujeng Puspita
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved