Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Di Desa Tamansari Tegal, Warga Harus Jalan 1 Km dan Buat Sumur Agar Dapat Air

Minimnya air bersih di sejumlah desa di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal dirasakan warga sejak bulan Juli 2019 lalu.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Masyarakat di Kecamatan Jatinegara sedang disuplai air bersih oleh Pemkab Tegal, Kamis (19/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Minimnya air bersih di sejumlah desa di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal dirasakan warga sejak bulan Juli 2019 lalu.

Contohnya di Desa Tamansari, warga di desa tersebut harus berjalan satu (1) Kilometer menuju Kali Rambut untuk mendapatkan air yang layak.

Kordinator Sibat PMI Jatinegara, Rereb Kanthi Pangestu mengatakan, saat ini, warga di Desa Tamansari harus mencari air bersih ke Kali Rambut dengan menempuh jarak 1 Kilometer.

Caranya, warga membuat sumur-sumur kecil di sekitar kali agar air dari Kali Rambut bisa tersaring.

Setiap harinya, air bersih di sumur-sumur buatan warga itu diambil untuk dikonsumsi bagi kebutuhan sehari-hari.

Di Temanggung Setiap Jumat Adalah Hari Minum Kopi, Ada Surat Edaran Bupati

Stikes Telogorejo Semarang Wisuda 214 Mahasiswa, 3 Diantaranya dari Papua dan NTT

Menghalangi Jalan dan Putuskan Aliran Listrik, Anggota Polsek Sadang Kebumen Evakuasi Pohon Tumbang

Banyak PK Idap HIV di Banjarnegara, Bupati Tegas Akan Gencarkan Razia Tempat Karaoke

"Saat ini, warga Desa Tamansari mengandalkan Kali Rambut untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Karena sumur di rumah sudah mengering, makanya membuat sumur-sumur di tepi Kali Rambut," kata Rereb kepada Tribunjateng.com, Kamis (19/9/2019).

Menurut dia, dari arah perkampungan ke Kali Rambut harus ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang satu kilometer.

Baik kaum pria maupun wanita, warga di desa itu setiap hari ke Kali Rambut untuk mengambil air bersih di sumur mereka masing-masing.

Rutinitas warga di Desa Tamansari mengambil air bersih di Kali Rambut sudah berjalan tiga bulan sejak Juli 2019 lalu.

"Hanya dengan cara itu warga mendapatkan air bersih.

Selain itu, warga biasanya mendapat droping dari Pemkab Tegal maupun organisasi lainnya.

Sebab, air bersih yang dibawa dari Kali Rambut, juga terbatas," tambahnya.

Selain mengambil air bersih di Kali Rambut, lanjut Rereb, adapula sebagian warga yang membeli air bersih ke luar desa.

"Untuk satu dirijen isi 30 liter, warga harus membayar Rp 2.000.

Itupun dilakukan oleh warga setiap hari dengan mengendarai sepeda motor ke luar desa," sambung Rereb. (Tribunjateng/gum)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved