Kisah Perjuangan Remaja Berberat Badan 140 Kilogram Rajin Bekerja hingga Sehari Makan 9 Kali

Kini Sungadi si bayi itu berusia 21 tahun punya berat badan 140 kilogram. Dia rajin bekerja sebagai kuli bangunan.

Kisah Perjuangan Remaja Berberat Badan 140 Kilogram Rajin Bekerja hingga Sehari Makan 9 Kali
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Sungadi (21) warga Dukuh Jurang, Desa Sono, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen yang memiliki berat 1,4 kuintal 

TRIBUNJATENG.COM -- Saat dilahirkan bayi ini seberat 4,8 kilogram dan badan terus tumbuh seiring usianya.

Kini Sungadi si bayi itu berusia 21 tahun punya berat badan 140 kilogram. Dia rajin bekerja sebagai kuli bangunan.

Memang berat badan Sungadi (21) warga Dukuh Jurang, Desa Sono, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Tinggi tubuh Sungadi yang tak lebih dari 1,5 meter memiliki berat badan 140 kilogram atau 1,4 kwintal.

Anak ke lima dari pasutri Suwarno (50) dan Tukiyem (40) mengalami kelebihan berat badan sejak kecil. Suwarno, sang ayah mengaku anak bungsunya saat lahir memiliki berat badan 4,8 kilogram.

"Dulu bidan yang menangani anak saya juga heran, ketika lahir berat badannya sudah 4,8 kg," kata Suwarno.

Meski Sungadi tergolong sangat gendut tapi dia bukan tipe pemalas.

Sungadi juga tidak sakit-sakitan, dirinya begitu giat bekerja walau hanya menjadi kuli bangunan.

Semua aktivitas pribadi bisa dia lakukan sendiri, misal makan minum mandi dan lain-lain bisa dikerjakan secara mandiri.

Dari lima bersaudara, Sungadi anak bungsu.

Halaman
123
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved