Sudah 2.000 Episode, Ini Sinopsis Awal Sinetron Tukang Ojek Pengkolan
sinopsis awal sinetron Tukang Ojek Pengkolan: Di sebuah kampung di daerah Rawa Bebek yang berada di belakang gedung-gedung perkantoran Jakarta, tingg
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM-Sinetron Tukang Ojek Pengkolan yang tayang di RCTI baru saja merayakan perjalanan 2000 episodenya, pada Minggu (22/9/2019).
Sinetron Tukang Ojek Pengkolan sendiri memang memiliki banyak penggemar dan pengikut setia.
Perjalanan cinta para tukang ojek rupanya begitu dinantikan jalan ceritanya oleh para penonton.
Sinetron yang kini sedang fokus menceritakan kisah rumah tangga Mas Pur dengan Rinjani, awalnya justru menceritakan kisah cinta Rojak dan Tati.
Berikut ini sinopsis awal sinetron Tukang Ojek Pengkolan :
Di sebuah kampung di daerah Rawa Bebek yang berada di belakang gedung-gedung perkantoran Jakarta, tinggal pasangan suami istri bernama Rojak (Ojak) dan Tati.
Untuk mencari nafkah, Ojak warga asli Jakarta bekerja sebagai tukang ojek yang berpangkalan di ujung jalan masuk ke kampung bersama dua rekannya, Purnomo ( Mas Pur ) yang berasal dari Semarang, dan Sutisna (Tisna) yang aslinya dari Sukabumi.
Sebenarnya, pernikahan Ojak dan Tati tidak direstui oleh Maesaroh, Emaknya Tati.
Karena sebelumnya, dulu almarhum babenya Tati pernah menjodohkan Tati dengan calon suami yang lebih mapan, jauh sekali dibanding Ojak yang hanya bekerja sebagai tukang ojek.
Namun karena cinta dan kasih sayangnya Tati terhadap Ojak, Tati memilih menikahi Ojak, meski dengan risiko hidup mereka pas-pasan.
Meskipun Ojak punya ijazah D3, tetapi sampai sekarang belum dapat pekerjaan yang layak.
Hal inilah yang menjadi perseteruan bagai anjing dan kucing antara Emak dan menantunya, Ojak.
Emak, meski tidak frontal, berusaha secara terus-menerus menekan Ojak agar menafkahi istrinya dengan layak, bisa membeli rumah sendiri dan tak terus-terusan ngontrak rumah seperti sekarang.
Ojak yang awalnya hanya menebalkan kuping bila Emak mengomelinya, lambat-laun menganggap Emak sebagai kerikil dalam kebahagiaan keluarganya, meski Ojak tak pernah berani mengutarakan kekesalannya secara langsung di depan Emak.
Keadaan ini membuat posisi Tati serba salah antara menuruti kata Emak dan menghormati kata-kata suaminya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ana-riana-dan-perannya-sebagai-rinjani-di-tukang-ojek-pengkolan.jpg)