Hingga September 2019, Baznas Jateng Catat Pertumbuhan Zakat Capai Rp 50 Miliar
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji mengatakan bahwa pertumbuhan zakat di wilayahnya hingga September 2019
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji mengatakan bahwa pertumbuhan zakat di wilayahnya hingga September 2019 mencapai Rp 50 Milyar.
Jumlah tersebut menurutnya tumbuh pesat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya terhimpun sebesar Rp 27 Milyar saja.
Darodji memprediksi 3 bulan ke depan, angka penerimaan tersebut akan terus meningkat hingga penutupan tahun mendatang.
Hal itu menandakan kesadaran masyarakat Jawa Tengah untuk berzakat semakin besar.
Menyikapi hal itu, sejumlah respond digalakkan oleh Baznas Jateng guna mendukung tumbuhnya angka kesadaran berzakat di Jawa Tengah, seperti komitmen untuk lebih mengiatkan sosialisasi dan memaksimalkan unit zakat yang ada sehingga kesadaran masyarakat semakin bersinergi dengan pelayanan unit penerima zakat.
"Setalah UU Zakat disahkan kami mengakui penerimaan zakat memang semakin banyak.
Bahkan potensi di Indonesia saja mencapai Rp 271 Triliun.
Bayangkan bisa memindahkan ibukota (candanya).
Maka dari itu kami berupaya terus untuk mengiatkan kewajiban berzakat sehingga dapat menjadi pilar untuk mengentaskan kemiskinan," ujarnya saat ditemui Tribunjateng.com, Jumat (27/9/2019).
Hal lain guna mendukung pertumbuhan zakat, sebutnya, dengan dipercayakannya Baznas oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi salah satu pilar untuk mengentaskan kemiskinan.
Dalam rangka mensukseskan hal tersebut, Ganjar telah menerbitkan surat edaran Gubernur Jateng mengenai pemotongan langsung gaji ASN sebesar 2,5 persen tiap bulan untuk memicu pertumbuhan zakat.
Dengan jumlah ASN Jateng pada kisaran 42.679 orang paling tidak tiap bulannnya sejumlah Rp4,7 Milyar masuk kepada Baznas atau Rp sekitar 56 Milyar didapatkan dari ASN tiap tahunnya.
Sementara itu senada dengan Baznas Jateng, sejumlah pertumbuhan zakat jiga dialami Baznas Kota Semarang.
Manager Kantor Baznas Kota Semarang, Muhammad Azhar menuturkan penerimaan zakat yang tercatat pada 7 bulan pertama sudah mencapai Rp 500 juta.
Jumlah tersebut mendekati pencapaian real tahun sebelumnya sebesar Rp 800 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-baznas_20161218_194035.jpg)