Bupati Pati Kukuhkan Kepala Sekolah Hasil Promosi Jabatan
Acara pengukuhan dilaksanakan di Aula Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: galih pujo asmoro
"Jangan mengutamakan kepentingan yang lain," imbaunya.
Haryanto menegaskan, sebagai kepala sekolah, tidak usah berharap ingin dipindah sana, ingin dipindah situ.
Sebab, mutasi maupun promosi jabatan adalah hasil pertimbangan yang disesuaikan dengan sistem yang ada.
"Lagipula saya tidak akan pernah memberikan kepercayaan tidak pada tempatnya."
"Sebaliknya, jika saya memberi kepercayaan (untuk bertugas), saya sesuaikan pada tempatnya," ucap Haryanto.
Kepada guru madya yang dipromosikan menjadi kepala sekolah, Haryanto berpesan agar mereka bekerja sebaik-baiknya dalam menjalankan tugas tambahan.
"Mengapa tugas tambahan? Sebab, selain tetap menjadi guru juga menjalankan tugas kepala sekolah," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga mewanti-wanti kepala sekolah yang baru dilantik fokus dalam mengelola pendidikan.
Menurutnya, dunia pendidikan tak lepas dari sorotan publik.
Terlebih, sebagian orang ada yang belum bisa membedakan mana pungutan liar dan mana yang bersifat swadaya.
"Jika swadaya itu kan dirembug dahulu serta peruntukannya jelas."
"Beda dengan pungutan liar yang tidak dirembug dahulu, memaksa, serta penggunaannya tidak jelas," ucapnya. (Mazka Hauzan Naufal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-pati-haryanto-lantik-kepala-sekolah.jpg)