Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bupati Pekalongan Asip : Income Wisata Welo River Capai Rp 200 juta Perbulan

Berbicara wisata di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan tidak hanya Curug Bajing, Curug Muncar, Black Canyon, dan Telaga Sigebyar Mangunan

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Pengunjung menikmati wisata di Welo River yang ada di Kecamatan Petungkriyono Pekalongan 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Berbicara wisata di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan tidak hanya Curug Bajing, Curug Muncar, Black Canyon, dan Telaga Sigebyar Mangunan saja.

Salah satu destinasi wisata yang juga ramai di kunjungi yakni Welo River dimana rata-rata pendapatan perbulanya mencapai 200 juta rupiah.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Welo River merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup baru, yakni baru berumur 2 tahun.

"Secara keseluruhan sudah baik, kehadiran Welo River ini melengkapi lanscape wisata di Kecamatan Petungkriyono," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi ketika berkunjung ke Wisata Welo River, Minggu (6/10/2019).

Meski sudah baik, Bupati Asip mengungkapkan pengelolaan objek wisata ini akan terus ditingkatkan.

"Nantinya SDM disini akan kita berikan pendidikan, ada 20 orang yang akan kita sekolahkan untuk mengoptimalkan potensi wisata yang ada di Petungkriyono," ungkapnya

Salah satu keunggulan objek wisata ini, diantaranya sungai yang jernih dan menyehatkan.

Kemudian, udaranya juga masih sejuk serta dikelilingi hutan yang masih perawan dengan berbagai satwa langka yang dilindungi.

"Kita akan terus jaga hutan ini beserta isinya. Bahkan, saya tak heran jika masyarakat banyak yang datang kesini sehingga income perbulanya sampai 200 juta," jelasnya.

Bupati Asip menambahkan untuk mendukung pengembangan pariwisata ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan melakukan dua hal yakni penguatan aspek regulasi dan memfasilitasi yang kurang.

"Pemerintahan akan kuatkan regulasi lewat perjanjian dengan perhutani dan kita akan memberikan bantuan keuangan atau lewat intervensi program lain."

"Yang penting, kebersihan akan tetap dijaga dan pengelola maupun masyarakat dilarang membuang sampah khususnya sampah plastik ke sungai," tambahnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono Slamet, mengatakan perkembangan wisata Welo River ini selama dua tahun ini cukup pesat.

"Jika pada saat akhir pekan, objek wisata dikunjungi ribuan pengunjung, sedangkan kalau sepi sekitar 200an orang," katanya.

Slamet menambahkan tidak hanya itu juga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kayupuring mengadakan MoU dengan pihak perhutani dengan dijembatani oleh LMDH.

"Kta lakukan perjanjian kerjasama dengan perhutani karena objek wisata ini di tanah milik Perhutani," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved