Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Selama 5 Tahun, Jokowi Berada di Jajaran 20 Besar Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia

Presiden Jokowi kembali mendapat kehormatan dengan masuk ke dalam daftar 50 besar tokoh Muslim berpengaruh dunia.

Editor: m nur huda
Tribunnews/Jeprima
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenakan pakaian adat Sasak NTB saat menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). Pada pidatonya tersebut Jokowi menyampaikan izinnya untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan. 

TRIBUNJATENG.COM, AMMAN - Presiden Indonesia Joko Widodo ( Jokowi) kembali mendapat kehormatan dengan masuk ke dalam daftar 50 besar tokoh Muslim berpengaruh dunia.

Dalam daftar yang dipublikasikan situs The Muslim 500 untuk edisi 2020, Jokowi berada di urutan ke-13, tepat di bawah Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamid Al-Thani.

Ini merupakan kali kelima beruntun bagi Presiden Jokowi berada di sampul 50 tokoh Muslim dunia sejak dia menjabat pada 20 Oktober 2014.

Selama tampil setidaknya dalam enam edisi hingga 2020, presiden berusia 58 tahun itu tidak pernah terlempar dari urutan 20 besar.

Ketika pertama kali muncul dalam edisi 2014/2015, Jokowi berada di peringkat 11.

Saat itu, dia menang setelah meraih 55 persen suara.

The Muslim 500 menuliskan sosoknya sebagai pemimpin pertama Indonesia yang bukan dari latar belakang militer atau dinasti politik.

Namanya mulai dikenal ketika menjabat sebagai Wali Kota Solo periode 2005 sampai 2012.

Saat itu, dia disebut gencar mempromosikan Solo sebagai pusat kultur Jawa.

Dia juga dikenal karena membangun reputasi sebagai politisi yang bersih, karena menghindari korupsi dan nepotisme yang dipandang "menjangkiti" para politisi.

Kemudian karirnya mulai menanjak ketika berpasangan bersama Basuki Tjahaja Purnama, Jokowi menggamit kursi Gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Karir politiknya yang cemerlang membuat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mulai menunjuknya bertarung dalam kontestasi orang nomor satu Indonesia.

Kemudian pada edisi 2016, dia masih berada di urutan 11, di bawah Amir Tablighi Jamaat, Pakistan, Haji Muhammad Abdul-Wahhab.

Lalu dalam edisi setahun berselang, posisinya turun dua setrip ke urutan 13 di bawah Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan.

Kemudian pada edisi 2018, posisinya kembali turun tiga tingkat ke peringkat 16, masih tetap di bawah Putra Mahkota Abu Dhabi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved