Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tahun Ini Peserta Borobudur Marathon 2019 Dibekali Gelang Non Tunai

Berbeda dengan tahun sebelumnya, peserta Borobudur Marathon 2019 kali ini akan dilengkapi dengan gelang

Penulis: faisal affan | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Hanawijaya (kaos biru), saat menjelaskan tentang gelang non tunai yang akan digunakan oleh peserta Borobudur Mararhon 2019 kepada seluruh komunitas lari yang hadir pada acara peluncuran jersey dan medali di Hotel Plataran Heritage Borobudur, Magelang, Minggu (6/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbeda dengan tahun sebelumnya, peserta Borobudur Marathon 2019 kali ini akan dilengkapi dengan gelang yang bisa digunakan untuk pembayaran non tunai.

Yap, gelang tersebut akan berfungsi layaknya kartu non tunai yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan pembelian.

Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Hanawijaya, menjelaskan gelang tersebut akan diberikan oleh seluruh peserta lari Borobudur Marathon 2019 untuk mempermudah pembelian beberapa merchan yang ada di venue.

"Jika biasanya berbentuk kartu, kali ini kami buat gelang. Jadi peserta saat lari sudah tidak perlu lagi repot-repot bawa uang tunai maupun dompet. Cukup pakai gelang ini yang sudah diisi saldo," terangnya dihadapan komunitas lari saat acara peluncuran jersey dan medali di Hotel Plataran Heritage Borobudur, Minggu (6/10).

Sebenarnya, pihaknya sudah akan menerapkan gelang non tunai tersebut pada ajang Borobudur Marathon 2018. Namun, karena ada kendala pada jaringan server, maka urung dilakukan.

"Kemudian setelah itu kami coba perbaiki dan perkuat jaringan. Maka untuk tahun ini, insyallah gelang non tunai sudah bisa digunakan oleh seluruh peserta untuk membeli berbagai merchan yang ada di venue," ucapnya.

Hana menyarankan usai digunakan untuk Borobudur Marathon 2019 peserta tidak perlu membuang gelang tersebut. Sebab, gelang non tunai tetap bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

"Memang tidak semua bisa. Untuk sementara hanya bisa digunakan untuk naik MRT atau Trans Jakarta. Sebab, kami juga bekerjasama dengan Bank DKI untuk menerapkan sistem ini," papar Hana.

Saat berlangsungnya Borobudur Marathon 2019, pihak Bank Jateng juga akan membangun Pawone Borobudur Marathon.

Program ini merupakan sebuah wujud nyata sinergi dan harmoni antara pelari, warga masyarakat, dan seluruh orang yang terlibat agar berlari tidak sekadar melintasi.

"Borobudur Marathon percaya bahwa acara ini tidak boleh hanya menjadi sebuah sport tourism destination. Tetapi juga harus menjadi penggerak ekosistem sosial yang progresif yang menyatukan semua orang yang terlibat terutama masyarakat lokal agar tercipta pengalaman yang tidak terlupakan bagi siapa pun yang datang pada acara Borobudur Marathon 2019," terang Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno.

Pawone Borobudur Marathon 2019 dibagi menjadi tiga program besar, yaitu Mbangun
Cerita, Mbangun Pasar, dan Mbangun Wisata.

Mbangun Cerita merupakan wadah bertukar cerita antara warga masyarakat di sekitar Candi Borobudur dan penyelenggara Borobudur Marathon 2019, agar pengalaman acara yang dihasilkan dapat dirasakan secara utuh oleh semua orang yang terlibat.

Mbangun Pasar merupakan proses membangun “Pasar Harmoni”, sebuah pasar hasil karya warga lokal di sekitar Candi Borobudur yang menyajikan makanan dan minuman khas Kabupaten Magelang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved