Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Hazin Dibangunkan Winarso untuk Salat, Ternyata Sudah Meninggal

Hendak dibangunkan untuk salat oleh Winarso (49) warga RT 4 RW 3 Langensari Ungaran Barat Kabupaten Semarang, tubuh Hazin Puspito

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Hazin Dibangunkan Winarso untuk Salat, Ternyata Sudah Meninggal
tribunnews.com
ILUSTRASI jenazah mr X 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Hendak dibangunkan untuk salat oleh Winarso (49) warga RT 4 RW 3 Langensari Ungaran Barat Kabupaten Semarang, tubuh Hazin Puspito (51) warga RT 2 RW 5 Langensari justru didapati tak bernyawa pada Sabtu (5/10/2019) sore.

Menurut keterangan Kasubbag Humas Polres Semarang, Iptu Budi Supraptono, awalnya Winarso hendak mengumandangkan azan ashar sekitar pukul 15.00 di Mesjid An Nur yang berada di samping kanan belakang Pasar Babadan Ungaran Jalan Jayabaya Nomor 3 Langensari Timur RT 4 RW 3.

Sebelum mengumandangkan azan, Winarso mendapati Hazin tertidur di dalam mesjid dalam posisi terlentang.

Selesai mengumandangkan adzan, Winarso mengajak Kusnadi (52) untuk membangunkan Hazin.

Setelah berusaha membangunkan beberapa kali, Hazin tak merespon hingga keduanya mengecek denyut nadi dan kondisi tubuh yang sudah dingin.

Mengetahui hal tersebut, Winarso dan Kusnadi yang merupakan takmir mesjid An Nur segera melapor pada Babin Kamtibmas dan menghubungi pihak keluarga.

"Pihak keluarga segera mendatangi lokasi kejadian dan melihat kondisi korban kemudian menyatakan korban meninggal dalam keadaan wajar dan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," ungkapnya.

Pihak keluarga yang diwakili oleh Fiknadi (39) dan Mahmudi (56) saudara sepupu korban didampingi oleh Sukimin (48) Ketua RT 2 RW 5 Langensari, pun menerima kepergian korban dan menolak membawa korban ke rumah sakit untuk proses otopsi jenazah.

Pihak keluarga memohon pada petugas kepolisian di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan takmir mesjid beserta masyarakat lingkungan mesjid untuk segera dapat membawa pulang korban dan memakamkan korban di Makam Nggendu Dusun Krajan RT 3 RW 2 Desa Bergas Kidul Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.

"Selanjutnya petugas kepolisian bersama pihak takmir mesjid dan warga lingkungan mesjid menyerahkan korban kepada keluarga korban yang diterima dan disaksikan oleh Saudara Mahmudi," tambah Budi.

Jenazah korban dibawa dengan bantuan mobil jenazah Lazismu Kabupaten Semarang dan kemudian disemayamkan dan dimakamkan seusai agama dan adat-istiadat setempat.

Budi menambahkan, korban diduga meninggal dunia akibat sakit atau 'masuk angin kasep' atau terkena serangan jantung.(arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved