Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fadjroel Rachman Sebut Demo Mahasiswa Tak Bisa Gulingkan Jokowi, Ini Alasannya

Mantan aktivis '98, Fadjroel Rachman mengatakan aksi demo tidak akan bisa menggulingkan pemerintahan Jokowi. Ini alasannya.

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
YOUTUBE
Komentari Poster Demo Mahasiswa, Fadjroel Rachman: Menarik Seperti Gerakan Tahun 68 di Eropa 

TRIBUNJATENG.COM- Mantan aktivis '98, Fadjroel Rachman mengatakan aksi demo tidak akan bisa menggulingkan pemerintahan Jokowi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Fadjroel Rachman saat diundang di acara E Talk Show pada Jumat (4/9/2019).

Fadjroel membandingkan gerakan tahun 1998 dengan aksi demo 24 September 2019.

"(Tahun) 98 itu praktis seperti kekuatan massa melawan kekuatan kuasa jadi state (negara) melawan society (rakyat).Kalau ini pernyataan politik lebih pribadi, jadi saya seneng yang melihat sekarang ini menurut saya," terang Fadjroel.

Ia mengaku senang bahwa demo mahasiswa kemarin itu berdasarkan konektivitas dengan perkembangan teknologi telepon pintar tanpa adanya gerakan pemimpin.

"Jangan-jangan ini yang disebut connectivity movement, gerakan berdasarkan konektivitas, leaderless tanpa pemimpin semuanya hanya dihubungkan dengan jaringan smart phone maka kita turun sama-sama without leader (tanpa pemimpin)," ujarnya.

Terkait dengan adanya provokator di aksi 24 September 2019, Fadjroel mengaku tidak bisa menjawabnya.

Sukini Menangis Anaknya 16 Tahun Seusai Demo Ditahan Polisi Tanpa Surat: Saya Bodoh Gak Tahu Apa-apa

Lirik Lagu 10,000 Hours Justin Bieber Dan + Shay dan Terjemahannya, Trending di Youtube

BREAKING NEWS : Video Detik-detik Bus Terguling di Gunungkidul, Dikabarkan Rombongan Demak, 1 Tewas

Lirik Lagu Kartonyono Medot Janji Denny Caknan

"Menurut saya itu di luar penggerak dari jiwa gerakan ini, terkait provokatornya saya nggak bisa menjawabnya mungkin pihak sebelah sana," ujarnya.

Fadjroel lantas menceritakan bahwa dulu dirinya pernah dipenjara 3 tahun dan dibuang ke Nusa Kambangan.

"Dulu saja memulai jadi aktivis di ITB, lalu aksi dan saya ditahan 3 tahun dan dibuang ke Nusa kambangan, generasi saat ini nggak mau dibuang kan? saya dibuang ke Nusa Kambangan sebagai leader dari mahasiswa di ITB," ujarnya.

ia lantas menceritakan kisah hidupnya yang pernah belajar di Universitas Indonesia (UI) dan dituduh sebagai komunis.

"Tahun 98 aku masuk UI, kami dituduh gerakan mahasiswa dipengaruhi komunis dan liberal kanan, meski begitu gerakan itu tetap solid walau banyak tuduhan," ujarnya.

Meski begitu, mahasiswa saat itu tidak mundur dan tetap solid.

"Itu karena adanya gagasan yang solid, pengorganisasian, dan momentum," ujarnya.

Fadjroel Rachman lantas menceritakan demo aksi tahun 1966 dengan 1988.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved