Panen Raya, 30 Persen Tembakau Kualitas Unggul Temanggung Belum Terserap Industri
Dituturkan, tembakau yang belum terserap itu rata-rata berasal dari petani di lereng Gunung Sumbing
Penulis: yayan isro roziki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Di pengujung masa panen raya, tembakau-tembakau kualitas unggul di Temanggung justru belum terserap oleh pabrikan atau industri rokok.
Demikian disampaikan Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung, Noer Ahsan.
"Sekitar 30 persen hasil panen petani saat ini masih belum terserap, dan itu justeru tembakau yang masuk kualitas unggul," kata Ahsan, Selasa (8/10/2019).
Dituturkan, tembakau yang belum terserap itu rata-rata berasal dari petani di lereng Gunung Sumbing.
Menurutnya, beberapa daerah di lereng gunung tersebut, selama ini memang dikenal sebagai penghasil tembakau dengan kualiyas bagus.
"Kebanyakan yang belum terserap dari lereng Sumbing, dengan kualitas G dan F," ujarnya.
Diakui, tembakau berkualitas G dan F sudah masuk kategori 'srinthil'.
Disebutkan, harga tembakau srinthil di tingkat pedagang untuk kualitas G antara Rp200.000 hingga Rp250.000 per kilogram dan kualitas F mencapai Rp500.000 per kilogram.
Menurut dia, hingga saat ini pabrikan rokok belum membeli tembakau kualitas super tersebut.
"Kemungkinan karena harganya yang tinggi. Mereka inginnya membeli dengan harga rendah, di bawah Rp100.000 per kilogram," tuturnya.
Diakui, satu di antara jalan untuk menjual tembakau dengan kualitas unggul itu adalah dengan jalan mengecer. Namun, ia berujar, hal itu tak efektif dan membutuhkan waktu lama.
"Tembakau grade G dan F dijual eceran dengan harga Rp50.000 hingga Rp100.000 per ons," katanya.
Ia menambahkan, hasil panen raya tahun ini kualitas tembakau yang ada memang cukup bagus. "Pada 2019 ini, di bulan Oktober masih kemarau sehingga hasil panen tembakau bagus," imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Temanggung, M Al Khadziq, mengatakan Pemkab Temanggung telah mengirimkan tim khusus untuk menyampaikan surat ke dua pabrik rokok PT Djarum dan PT Gudang Garam. Diketahui, selama ini dua pabrikan tersebutlah yang banyak menyerap tembakau Temanggung.
Tim khusus itu membawa surat permohonan agar pabrik rokok menambah kuota pembeliannya, mengingat sampai akhir September 2019 masih banyak tembakau di sawah atau ladang.
"Selain itu, kami mohonkan agar harga tembakau tetap stabil, tidak jatuh di akhir masa panen," ujar Khadziq. (yan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petani-di-temanggung-memetik-bunga.jpg)