Pernah Jadi Desa Tertinggal, APBDes Sepakung Banyubiru Kini Capai Rp 2,1 Miliar Per Tahun
Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri mengatakan perkembangan pembangunan di desanya tidak terlepas dari adanya program pemerintah melalui Dana Desa.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemerintah Indonesia terus berusaha melakukan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia salah satunya diwujudkan melalui Dana Desa sejak tahun 2015.
Satu diantara desa yang sekarang berhasil mengaplikasikan Dana Desa melalui objek wisata Ondo Langit adalah Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang Jawa Tengah.
Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri mengatakan perkembangan pembangunan di desanya tidak terlepas dari adanya program pemerintah melalui Dana Desa.
Selain infrastruktur potensi wisata yang ada sekarang mampu meningkatkan APBDes dari semula Rp 1,5 miliar di tahun 2015 kini menjadi Rp 2,1 miliar di tahun 2019.
“Jadi adanya Dana Desa sangat bermanfaat sekali terutama di Sepakung karena desa kami dulu tergolong sangat tertinggal di Kabupaten Semarang. Kemudian sesuai arahan dan kesepakatan perangkat desa kami memutuskan mengembangkan potensi desa melalui pengelolaan objek wisata,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (7/10/2019)
Menurut Nuri, keberhasilan Desa Sepakung tidak terlepas dari kerjasama semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Semarang dan Pemerintah Provinsi Jateng.
Ia bercerita selain didukung Dana Desa titik awal pembangunan wisata di Sepakung juga turut melibatkan perguruan tinggi khususnya dalam pemberdayaan masyarakat.
Dikatakannya, sampai sekarang terdapat beberapa objek wisata di Desa Sepakung terutama kawasan Gumuk Reco di antaranya Wahana Ondo Langit, Cemoro Sewu, Air Terjun Gua Semar, Bumi Perkemahan Balong, wahana Sunset dan Sunrise di Dusun Pager Gedog dan banyak lagi wisata lainnya.
“Kesemuanya dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mandiri Jaya Desa Sepakung. Sebelum kami fokus pada wisata alam proses pemetaan sendiri berjalan hampir dua tahun sejak 2014 dan 2016 diputuskan panorama alam Gumuk Reco,” katanya
Ia menambahkan, penentuan pengembangan wisata alam Gumuk Reco juga tidak asal tetapi melalui sejumlah kajian mengacu tren wisata diluar negeri yang sedang menjadi perhatian wisatawan.
Hingga kemudian, dipilihlah tebing Gumuk Reco sebelum adanya Ondo Langit di awal 2019 telah ada lebih dulu Wahana Ayunan Langit.
Nuri menjelaskan, pada objek wisata Ondo Langit pengunjung dapat melakukan sejumlah aktivitas tidak hanya menikmati pemandangan dan berfoto bersama saja.
Ondo Langit sendiri merupakan wahana wisata berupa jembatan kayu di tebing bukit setinggi 45 meter dan cukup memompa adrenalin setiap pengunjung yang datang karena harus menaiki tebing curam untuk menikmati pemandangan alam dari lereng tebing berwarna-warni.
“Sejauh ini Dana Desa kami gunakan untuk membangun infrastruktur menuju lokasi wisata dan pengembangan objeknya.
Di luar itu Dana Desa kami pakai untuk melatih masyarakat bagaimana menjadi pemandu wisata, menjual kuliner sehingga mereka tidak perlu kerja ke luar daerah,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wahana-ondo-langit-di-desa-sepakung-kecamatan-banyubiru-kabupaten-semarang.jpg)