Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Warga Karanganyar Alami Sesak Nafas Akibat Asap dari Kebakaran TPA Putri Cempo

Asap tersebut ternyata menimbulkan gangguan pernafasan bagi beberapa warga yang tinggal di sekitaran TPA Putri Cempo.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Warga saat melintas di sekitaran SDN 2 Plesungan Gondangrejo Karanganyar yang jaraknya tidak jauh dari TPA Putri Cempo. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Akibat kebakaran sejak pekan lalu, kepulan asap masih tampak di gunungan sampah yang berada di TPA Putri Cempo, Senin (7/10/2019).

Asap tersebut ternyata menimbulkan gangguan pernafasan bagi beberapa warga yang tinggal di sekitaran TPA Putri Cempo.

Warga Dukuh Sulurejo RT 8/9 Desa Plesungan Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Ambarwati (28) menceritakan, akibat asap pekat tersebut, anaknya nomor 4, mertua Kasio (56),dan adik iparnya, Purwadi (36) mengalami masalah pernafasan.

Kepulan asap pekat sudah terjadi selama satu minggu lebih.

"Anak saya umur 6 bulan mengalami batuk-batuk. Mertua dan adik ipar mengalami sesak nafas, dan harus rawat jalan," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (7/10/2019).

Rumah Ambarwati hanya berjarak sekitar 500 meter dari TPA PUtri Cempo. Ia tinggal di rumah bersama suami dan 4 orang anaknya.

Sedangkan mertua, tinggal bersebelahan dengan rumahnya. Sementara adik ipar tinggal di depan rumahnya.

Ia mengungkapkan, apabila mulai ada asap pekat, sesak nafas yang dialami mertua dan adik iparnya kembali kambuh.

"Kalau tidak ada asap, nafasnya biasa, tapi kalau asap datang kambuh lagi. Mertua sudah saya bawa ke klinik Mojosongo sekali, sedangkan adik ipar sudah dua kali. Tiap kumat dibawa ke klinik. Sekali priksa bisa mencapai Rp 200 ribu," terangnya.

Ambarwati menyampaikan, saat kebakaran TPA Putri Cempo yang pertama tidak terlalu banyak asap. Akan tetapi satu pekan terakhir asapnya banyak.

"Adanya asap itu tergantung hembusan angin, tapi seminggu terkahir sering ke arah rumah saya," paparnya.

Saat terjadinya asap pekat, ia pernah mendapatkan bantuan masker dari PMI Surakarta.

"Harapannya semoga tidak ada asap lagi. Kasihan anak-anak," tutur Ambarwati.

Meskipun sudah ada upaya dari petugas Damkar untuk memadamkan kobaran api, ia berharap ada pengecekan kesehatan dari pihak terkait. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved