Haikal Hassan Protes Video Ninoy Karundeng Diputar di ILC, Begini Reaksi Karni Ilyas
Ketua II Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan melayangkan protes saat video penganiayaan Ninoy Karundeng diputar di ILC.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Ketua II Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan melayangkan protes saat video penganiayaan Ninoy Karundeng diputar di ILC.
Hal tersebut ia sampaikan di acara ILC yang tayang pada Selasa (8/10/19).
Haikal Hassan melayangkan protes ke presenter ILC Karni Ilyas perihal tayangan video pegiat media sosial Ninoy Karundeng.
Hal ini diungkapkan oleh Haikal Hassan saat menjadi narasumber ILC) Selasa (8/10/2019).
Haikal Hassan protes terkait video Ninoy Karundeng yang bengap karena digebukin kerap diputar di acara ILC.
"Mohon mau kritik Bang Karni kalau diijinkan. Kita lagi bahas buzzer siapa yang bermain, lalu yang ditayangkan terus muka Ninoy yang bengep digebukin," ujar Haikal
Haikal Hassan menyebut bahwa hal itu menyebabkan framing.
"Terjadi framing di semua orang yang nonton bahwa dia dipukuli oleh satu kelompok," ujarnya.
Haikal Hassan lantas meminta agar pihak ILC juga memunculkan pengurus Masjid Al Falah, lokasi di mana Ninoy mengalami tindak aniaya.
"Nah saya mengusulkan tampilin juga dong pengurus masjid Al Falah,Ninoy ngakunya diculik, kalau culik kan dicomot, kan yang datang sendiri kan Ninoy " usulnya.
Haikal Hassan lantas curiga dengan dugaan penculikan yang dialami Ninoy.
"Ninoy ya yang ngakunya diculik, kalau diculik kan biasanya dicomot, ini kan yang datang sendiri kan Ninoy ke situ. Dia ngaku disekap, di mana disekapnya? Di seret bagaimana diseretnya? Kan ada semua," kata Haikal.
Menurut Haikal Hassan jika pengurus masjid Al Falah juga ditampilkan, maka akan berimbang.
• Adi Ikut Audisi Indonesian Idol Bikin Judika Marah dan Menangis, Videonya Trending Youtube
• Emosi Anaknya Ditahan Karena Demo, Harfiyah: Saya Mau Tidur di Polda Sampai Anakku Bebas
• Sukini Menangis Anaknya 16 Tahun Seusai Demo Ditahan Polisi Tanpa Surat: Saya Bodoh Gak Tahu Apa-apa
• Peruntungan Shio Hari Ini Rabu 9 Oktober 2019, Tahun Babi Tanah Imlek 2660
"Kalau ditampilin Ninoy dan pengurus masjidnya kan lebih berimbang," paparnya.
Karni Ilyas lantas mengatakan bahwa kritik dari Haikal telah didengarkan oleh pihak ILC.
"Saya pikir protes dari Pak Haikal didengar juga oleh produser eksekutifnya yang ada di sini," ujar Haikal.
Karni Ilyas lalu menyebut bhawa tugasnya membawakan acara dan tidak memperhatikan detail-detail penyiaran.
"Malam ini tugas saya membawakan acara, saya enggak nonton itu tadi," kata Karni Ilyas sambil tertawa.
Haikal Hassan lalu mengucapkan terima kasih.
Diketahui, Ninoy Karundeng seorang pegiat media sosial yang juga relawan Jokowi.
Penculikan dan penganiayaan terjadi pada Ninoy saat sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).
Saat itu Ninoy bermaksud ingin mengambil gambar salah satu massa yang digotong oleh para pelaku karena terkena gas air mata saat kericuhan pascaunjuk rasa.
Namun, saat itu Ninoy justru dihampiri oleh sekelompok orang yang menaruh kecurigaan terhadapnya.
Kepada Ninoy, para pelaku menanyakan maksud dan tujuan mengabadikan kejadian itu sebelum mengambil ponselnya.
Pada saat itulah para pelaku tahu bahwa Ninoy merupakan pegiat medsos yang kerap menyerang lawan politik mereka.
Ninoy langsung dianiaya dan diculik sebelum akhirnya dipulangkan pada Selasa (1/10/2019).
Pengakuan Ninoy Karundeng
Nonoy mengaku dirinya lalu dibawa oleh sekelompok orang dan dibawa masuk ke dalam Masjid di daerah Pejompongan.
Ninoy menuturkan ada banyak orang yang berada di lokasi tersebut, diucapkannya, lebih dari 10 orang.
Mereka menganiaya Ninoy dan memukulinya.
"Awalnya kan saya habis motret, mereka periksa saya dipukuli di situ, di situ kan sudah banyak sekali orang yang memukuli saya," ujar Ninoy.
"Lebih (dari 10 orang), apalagi kalau di dalam itu lebih banyak lagi karena banyak orang yang datang dan pergi. Saya enggak tahu dari mana, kadang ada rombongan satu atau dua orang atau tiga orang mereka mengintrogasi saya langsung memukul," paparnya.
Disebutkannya, mereka yang memukuli dirinya menggunakan tangan kosong.
"Semua menggunakan tangan mereka," sebutnya.
Saat ditanyai hal yang paling menakutkan kala dirinya mendapatkan intimidasi, Ninoy mengatakan ada satu kata yang membuatnya hingga kini trauma.
Ia menuturkan diancam oleh seorang yang dipanggil 'habib', bahwa kepalanya akan di pecah menjadi dua.
"Yang paling menakutkan dan sampai sekarang saya rasakan, mereka mau membunuh saya, karena saya hanya dikasih waktu sampai sebelum subuh, saya akan dipecah kepala saya, mau dibelah oleh yang dikatakan dia seorang 'habib' itu," sebut Ninoy mengenang.
Ninoy Karundeng mengatakan para pelaku yang memukulinya kesal akan tulisan-tulisannya.
Ia mengatakan laptop yang dibawanya saat itu berisi tulisan-tulisan miliknya yang disebarkan di akun Facebooknya.
"Ya mereka marah karena tulisan-tulisan saya, jadi saya kebetulan di situ, nama saya asli, semua asli dan saya bawa laptop, di laptop itu ada draft tulisan-tulisan saya yang saya upload di Facebook," ujar Ninoy.
Ninoy mengatakan saat para pelaku membaca tulisannya yang berbeda pandangan, mereka marah.
"Di situ saya setiap mereka lihat tulisan saya itu, di samping mereka juga bisa membuka Facebook saya di situ pakai HP masing-masing itu, begitu menemukan tulisan yang berbeda pandangan (mereka marah)," katanya.
Tersangka penganiayaan Ninoy
Polisi kembali menetapkan dua tersangka terkait kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial yang juga relawan Joko Widodo saat pilpres, Ninoy Karundeng.
Kedua tersangka tersebut adalah Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar dan saksi lain bernama Fery alias F. Mereka telah menjalani pemeriksaan sejak Senin (7/10/2019).
"Iya, sudah tersangka (Bernard dan Fery)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (8/10/2019). Kendati demikian, Argo belum mendapatkan informasi terkait penahanan terhadap Bernard. "Saya cek dulu surat (penahanannya) sudah ada atau belum," ujar Argo.
Argo menyebut Bernard berada di lokasi penganiayaan Ninoy dan turut mengintimidasi Ninoy.
"Dia (Bernard) ada di lokasi (penganiayaan Ninoy) ikut mengintimidasi dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan," ujar Argo.
Adapun Ninoy diketahui menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pejompongan, Jakarta, Senin (30/9/2019).
Dia dianiaya lantaran merekam aksi unjuk rasa dan demonstran yang sedang mendapatkan pertolongan karena terkena gas air mata di kawasan tersebut.
Mereka juga mengambil hingga menyalin data yang tersimpan dalam ponsel dan laptop Ninoy.
Tak sampai di situ, Ninoy juga sempat diinterogasi dan diancam dibunuh hingga mayatnya akan dibuang di tengah kerumunan massa aksi unjuk rasa.
Penganiayaan itu berakhir setelah mereka memesan jasa GoBox untuk memulangkan Ninoy beserta sepeda motor yang telah dirusak pada Selasa (1/10/2019).
Sebelumnya, polisi menetapkan 11 tersangka terkait penganiayaan dan penculikan Ninoy. Masing-masing tersangka ialah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.
Sepuluh tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Sementara itu, satu tersangka lain, yakni TR, ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan. (*)
• Bicara Keras, Haikal Hassan Bersumpah: Demi Allah Buzzer Bayaran Itu Haram Kami Nggak Pakai
• Chord Kunci Gitar kartonyono Medot Janji Denny Caknan
• Lirik Lagu Man Ana Sabyan Gambus Lengkap dengan Artinya
• Anak Pemain Srimulat Ikut Indonesian Idol, Dea Anggita Gugup Ada Al Ghazali hingga Para Juri Tertawa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/haikal-hassan-protes-video-ninoy-karundeng-diputar-di-ilc-begini-reaksi-karni-ilyas.jpg)