Wiranto Ditusuk pakai Kunai, Ini Fungsi Pisau Runcing Asal Jepang
Wiranto ditusuk oleh Syahril Alamsyah (31) dan Fitri Andriana (21) di Pandeglang Banten menggunakan pisau kunai. Alat ini menyerupai pisau berujung ru
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam ) Wiranto ditusuk oleh dua orang tidak dikenal, Kamis (10/10/2019) siang.
Pelaku penyerangan, dari informasi yang dihimpun bernama Fitri Andriana berusia 21 tahun asal Brebes namun sudah lama tinggal di Kampung Sawah, Pandeglang.
Satu pelaku lagi bernama Syahril Alamsyah berusia 31 tahun asal Medan tinggal di Pandenglang, Provinsi Banten.
Peristiwa penusukan terjadi di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten usai Wiranto menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar.
Penusukan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.
Saat itu, Wiranto baru turun dari mobil untuk naik helikopter kembali ke Jakarta.
Dari arah samping, 2 pelaku mencoba menusuk Wiranto menggunakan pisau kunai.
Kunai sendiri adalah peralatan berukuran kecil yang digunakan ninja untuk memanjat.
Senjata ini berasal dari Jepang.
Alat ini menyerupai pisau berujung runcing dan sering digunakan seperti kuku oleh para ninja untuk untuk menempel di dinding sewaktu memanjat atau menggali tanah.
Kunai berukuran sekitar 10-15 cm sehingga cukup kecil untuk dibawa ke mana-mana dan disembunyikan di balik baju dari penglihatan orang. Alat ini diketahui sebagai senjata standar bagi ninja.
Seorang saksi, Madrain, menjelaskan kronologinya.
"Rombongan berhenti, beberapa orang ikut menjaga Wiranto ketika turun dari mobil,
Tiba-tiba ada satu orang tidak dikenal menusuk Pak Wiranto,
lalu ada satu orang perempuan juga berusaha untuk menusuk," kata salah satu saksi, Madrain, kepada wartawan Kompas.com di Alun-alun Menes, Kamis (10/10/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pisau-kunai-digunakan-oleh-2-pelaku-penusuk-wiranto.jpg)