Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Asik, Tak Lama Lagi Akan Ada Kereta Trem di Kota Semarang

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama PT KAI (Persero) sepakat akan menggarap moda transportasi massal berupa kereta api lokal.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menandatangani MoU antara Pemkot Semarang dan PT KAI (Persero) terkait pengembangan transportasi berbasis kereta, di kantor Wali Kota Semarang, Jumat (11/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama PT KAI (Persero) sepakat akan menggarap moda transportasi massal berupa kereta api lokal.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU pengembangan transportasi berbasis kereta, di kantor Wali Kota Semarang, Jumat (11/10/2019).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, rencana ini sudah dilakukan pembahasan antara Pemkot dan PT KAI, yang mana PT KAI akan membantu jalur lokal kereta api.

"Selama ini sudah kami diskusikan dan sudah melewati beberapa tahap.

Pada hari ini kami wujudkan dengan penandatanganan MoU.

PT KAI akan membangun jalur lokal berupa Trem atau Autonomous Rail Transit (ART)," tutur pria yang akrab disapa Hendi.

Kereta api lokal ini, lanjut Hendi, akan menjadi transportasi umum bagi masyarakat sekaligus untuk menunjang sektor pariwisata di Kota Semarang.

Kota Pekalongan Diserang Nyamuk, Dewan Datangi Dinas Kesehatan

4 Warga Tegal di Wamena Akhirnya Selamat Kembali ke Kampung Halaman

Penyandang Disabilitas dan Lansia Tak Repot Lagi Urus Dokumen Imigrasi, Cukup Telpon Petugas Datang

Andy Minta Perusahaan Besar di Pati Salurkan CSR Untuk Warga Kurang Mampu yang Belum Dialiri Listrik

Moda transportasi ini nantinya harus dikemas dengan baik supaya bisa menjadi salah satu pilihan moda transportasi bagi wisatawan.

"Sukses pariwisata kan ada tiga.

Aksesbilitas, akomodasi, dan atraksi.

Ini masuk aksesbilitas.

Orang mau kemana-mana lebih mudah.

Apalagi kalau trem atau ATR bisa didesain menarik, pasti orang berbodong-bondong," ujarnya.

Adapun trase kereta api lokal ini, Hendi menyebut ada beberapa alternatif pilihan, antara lain jalur Tawang - Jalan Pemuda - Simpanglima - Jalan MT Haryono - Tawang atau Jalan Pemuda - Jalan Imam Bonjol - Tawang atau melalui jalur Bandara Ahmad Yani.

Selain pengembangan transportasi kereta api, menurut Hendi, penataan stasiun juga menjadi sebuah keharusan.

Apalagi, stasiun KAI di Kota Semarang umumnya merupakan cagar budaya, seperti Stasiun Tawang yang masuk dalam kawasan Kota Lama.

"Polder Tawang akan menjadi tempat yang menarik untuk wisata," imbuhnya.

Di berharap, rencana pembangunan transportasi kereta api lokal dapat segera dilakukan percepatan.

"Eksekusi kami harap secepatnya. Semua tahapan harus diikuti sesuai prosedur, tapi percepatan saya rasa sangat memungkinkan," katanya.

Sementara itu, Corporate Deputy Direktur (CDD) Bisnis New Developer dan Strategy Project PT KAI (Persero) Heru Siswanto mengatakan, Setalah dilakukan penandatanganan MoU tentang pengembangan trasportasi perkotaan berbasis kereta dengan Pemkot Semarang tersebut, nantinya akan dilakukan tahap selanjutnya yakni proses pengkajian.

"Hasil pertemuan ini akan kami sampaikan ke pimpinan untuk selanjutnya dilakukan proses kajian oleh PT KAI," katanya.

Heru memaparkan, pihaknya belum dapat menyebutkan jenis teknologi kereta api yang cocok diterapkan dan trase yang akan diambil.

Sebab, hal itu akan muncul setelah pihaknya melakuka kajian.

"Terkait trem ini gagasan Pemkot untuk mendukung pariwisata, ini merupakan ide yang sangat bagus dan kami dari PT KAI sangat mendukung.

Namun sebelumnya kami akan melakukan pengkajian terkait dengan rencana pengembangan trasportasi perkotaan berbasis rel itu," jelasnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved