Mahasiswa UPGRIS Beri Edukasi Tentang Bakteri dengan Media Wayang
Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang, Shifa Qorib Nasrullah, punya cara unik dalam memberikan edukasi tentang bahayanya bakteri kepa
Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang, Shifa Qorib Nasrullah, punya cara unik dalam memberikan edukasi tentang bahayanya bakteri kepada masyarakat.
Edukasi yang diberikannya tentang bakteri, dilakukan dengan media yang lain dari pada yang lain. Yakni dengan wayang, sehingga disebut wayang bakteri.
Kepada Tribun Jateng, Shifa mengatakan bahwa ide wayang bakteri tersebut didasari fakta bahwa masyarakat khususnya di Kota Semarang, kesadaran untuk tidak jajan sembarangan masih minim.
Juga, kesadaran tentang cuci tangan sebelum makan juga masih minim.
"Padahal kita harus memahami bahwa makanan yang kita makan harus memenuhi standar gizi, dan kebersihan, sehingga tak ada bakteri jahat yang masuk," paparnya, Minggu (13/10/2019).
Adapun alasan pemilihan memberikan edukasi dengan menggunakan media wayang, karena terinspirasi dengan Walisongo yang memberikan ajaran Islam dengan tetap memanfaatkan budaya yang telah ada di masanya. Salah satunya media wayang.
Dengan media tersebut, ia menilai transfer edukasi kepada masyarakat bisa bekerja dengan lebih efektif.
"Maka pembelajaran tentang pola hidup sehat juga dilakukan dengan wayang, agar penyampaian bisa lebih maksimal," papar mahasiswa semester 7 tersebut.
Shifa menguraikan, wayang yang digunakan sebagai media edukasi ialah wayang yang terbuat dari kertas.
Ada beberapa tokoh pewayangan yang digunakan sebagai media.
Di antaranya Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Lalu juga tokoh wayang berbentuk bakteri, dan wayang penjual makanan cilok beserta gerobaknya.
Secara ringkas, cerita yang ia gunakan dalam edukasi pola hidup sehat ialah Gareng, Petruk dan Bagong yang makan cilok di jalan sepulang kuliah. Berbeda dengan Gareng dan Petruk yang cuci tangan sebelum makan, Bagong langsung makan cilok tersebut tanpa cuci tangan terlebih dahulu.
Esok paginya, Bagong pun merasakan sakit di perutnya. Ia pun keluar masuk toilet saat jam perkuliahan.
Singkatnya, Bagong ternyata menyentuh benda yang kotor sebelum makan cilok tersebut, sehingga bakteri e-coli di tangannya masuk ke dalam mulut bersamaan dengan cilok.
"Ceritanya dibuat sederhana agar masyarakat mudah mengerti pesan yang disampaikan," katanya.
Shifa mengaku materinya tentang pola hidup sehat menggunakan wayang ini baru diaplikasikan di lingkup kampus dan juga di program praktik pengalaman lapangan (PPL) UPGRIS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/shifa-memamerkan-wayangnya-pola-hidup-sehat-di-kampus-upgris.jpg)