Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Afri Pacu Usaha Karangan Bunga dengan Mesin CNC

Membuat karangan bunga bukan hal yang mudah. Tetapi, bagi Afri Rismoko, membuat karangan bunga hanya butuh waktu setengah jam.

Tayang:
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: Catur waskito Edy
Ilustrasi karangan bunga 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Membuat karangan bunga bukan hal yang mudah. Tetapi, bagi Afri Rismoko, membuat karangan bunga hanya butuh waktu setengah jam.

Pasalnya, pemilik Manggar Florist di Pasar Bunga Kalisari itu menggunakan mesin Computer Numerical Control (CNC).

Menggunakan mesin tersebut, Afri mengklaim mampu memangkas waktu produksi. Mesin yang dikendalikan komputer itu dapat memotong styrofoam secara cepat dan presisi. Styrofoam merupakan bahan utama untuk membuat huruf dalam karangan bunga.

"Kalau membuat karangan bunga secara manual, normalnya membutuhkan waktu 2-3 jam setiap satu karangan bunga. Dengan menggunakan CNC, cukup satu jam, bahkan kalau langganan hanya setengah jam," katanya, Minggu (13/10).

Menurut dia, dari sekitar 40 pengrajin karangan bunga di Pasar Bunga Kalisari, hanya ada dua pengrajin yang menggunakan CNC. Masih banyak pengrajin yang bertahan menggunakan cara manual, karena harga mesin CNC cukup mahal, mencapai puluhan juta rupiah.

Selain dapat memotong styrofoam menjadi potongan-potongan huruf berbagai jenis, CNC juga dapat membuat logo dengan tingkat kerumitan tertentu. Diawali dengan mendesain menggunakan correl draw, hasil potongan CNC akan mirip dengan aslinya.

"Menggunakan CNC hasil tulisannya rapi, membuat logo apa saja bisa. Huruf apa saja bisa, mulai dari Latin, Arab, China, Jepang, atau yang lain," sebutnya.

Sejak menggunakan mesin itu sekitar 2 tahun lalu, Afri menuturkan, mampu menggenjot produksi karangan bunganya. Meningkatnya jumlah produksi itu lantaran usahanya mampu melayani permintaan karang bunga secara dadakan.

"Pelanggan sering pesan karangan bunga dadakan, misalnya untuk ucapan dukacita. Mereka pesannya dadakan, dan engin jadi cepat. Kami mampu melayani dengan hasil yang rapi. Dalam sehari, paling banyak saya pernah membuat 100 karangan bunga," tuturnya.

Namun, saat awal menggunakan mesin CNC, ia mengaku kesulitan mencari karyawan yang mampu mengoperasikan alat itu. Pasalnya, karyawan tersebut harus menguasai correl draw untuk mendesain.

"Awalnya mencari SDM-nya agak sulit, karena harus mengusai desain menggunakan komputer. Saat ini, di tempat kami ada tiga karyawan tetap dan tiga karyawan freelance," ungkapnya.

Satu buah karangan bunga buatan Afri dipatok dengan harga mulai Rp 400.000 hingga Rp 2 juta, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Banyaknya bunga segar di karangan bunga juga mempengaruhi harga.

Tak hanya melayani permintaan karangan bunga di Kota Semarang, ia juga sering mengirim ke luar kota. Bahkan, melalui jaringannya, ia juga menyanggupi pesanan karangan bunga dari seluruh Indonesia.

"Pernah mengirim ke Klaten 22 karangan bunga. Saat itu pas Lebaran, banyak pengrajin yang tutup, saya menyanggupi permintaan itu," ucapnya.

Afri meneruskan usaha itu dari usaha keluarganya. Ia mulai terlibat dalam usaha karangan bunga itu sejak 2014. Saat pertama bergelut di usaha itu, satu karangan bunga masih seharga Rp 250 ribu.

Menurut dia, pelanggannya berfariasi, mulai warga biasa, artis, hingga pejabat. Karangan bunga yang dipesan juga beragam, seperi ucapan selamat menikah, ulang tahun, pembukaan usaha baru, ucapan duka, dan lain-lain.

"Yang pernah pesan di sini ada Didi Kempot, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, gubernur, dan pejabat di daerah," tutur pria asli Semarang itu. (jam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved