Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Bulog bakal Serap Kedelai Petani Lokal

Bulog mendapat tugas dari pemerintah untuk menyerap kedelai produksi petani, dengan yang pertama telah direalisasikan di Nganjuk, Jawa Timur. 

Tayang:
Editor: Vito
TRIBUN JATIM/PURWANTO.
ILUSTRASI: Kedelai. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Di tengah lonjakan harga kedelai impor, Perum Bulog mendapat tugas dari pemerintah untuk menyerap kedelai produksi petani, dengan yang pertama telah direalisasikan di Nganjuk, Jawa Timur. 

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, perintah tersebut diterima Bulog dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat seremonial panen kedelai pada Kamis (15/5) pekan lalu. 

“Sesuai arahan beliau, Bulog diperintahkan untuk menyerap hasil panen kedelai para petani yang ada di Nganjuk kemarin,” katanya, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (22/5). 

Menurut dia, Mentan Amran juga telah mencanangkan perluasan lahan tanam kedelai menjadi 1 juta hektare. “Arahan Bapak Mentan ke depan swasembada kedelai juga harus bisa dicapai,” ujarnya. 

Diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya menggelar panen kedelai bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Kamis pekan lalu. 

Amran menyatakan, kedelai merupakan komoditas dengan tingkat konsumsi yang diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton pada 2026. 

Ia menyebut, kedelai menjadi bahan dasar pembuatan tahu, tempe, hingga berbagai produk olahan lain. Namun, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi 5 persen dari total kebutuhan nasional. 

“Kalau kedelai, itu belum. Jauh. Ini kita impor 2,4 juta ton, dari kebutuhan 2,6 sampai 2,7 juta ton, nah ini yang paling jauh,” ucapnya, dalam keterangan tertulis. 

Amran menuturkan, kondisi itu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia. Kementan mencatat rata-rata produksi kedelai nasional dalam lima tahun terakhir berada di angka 227.000 ton per tahun. 

Produksi tersebut berasal dari 136.000 hektare lahan tanam, dengan rata-rata produktivitas 1,6 ton per hektare. Hingga April 2026, produksi kedelai nasional mencapai 4.982 ton dari luas lahan tanam 7.018 hektare.

Amran mengungkapkan, petani Indonesia sebenarnya mampu memproduksi kedelai. Teknologi pertanian yang memadai juga sudah tersedia.

Jawa Timur dinilai menjadi satu daerah yang memiliki potensi meningkatkan produksi kedelai. Produksi kedelai di Jawa Timur rata-rata 54.000 ton per tahun dari luas tanam 28.100 hektare. Produktivitasnya disebut mencapai 1,7 ton per hektare. 

Di Nganjuk, rata-rata produksi kedelai mencapai 8.000 ton dari luas tanam 3.249 hektare, dengan produktivitas 2,2 ton per hektare.

“Kami ingin kebangkitan kedelai nasional dimulai dari daerah-daerah produktif seperti Nganjuk,” tukasnya. (Kompas.com/Syakirun Ni'am)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved