Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Trump Ancam Turki Jika Lanjutkan Serangan ke Kurdi di Suriah

serangan Turki atas Kurdi Suriah membuat banyak tawanan berbahaya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melarikan diri.

AFP / SAUL LOEB
Presiden AS Donald Trump membawa peta yang memperlihatkan wilayah kekuasaan ISIS yang akan segera terhapus dari peta, saat berkunjung ke pabrik tank di Ohio, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden AS Donald Trump menyatakan, dia siap menghancurkan ekonomi Turki sebagai buntut serangan mereka terhadap Kurdi Suriah.

Sang presiden mengumumkan langkah itu setelah dia berada tekanan karena dianggap memberi jalan bagi Ankara untuk menyerang utara Suriah.

"Saya siap untuk segera menghancurkan ekonomi Turki jika para pemimpin mereka terus menempuh jalan yang berbahaya dan destruktif ini," ujar Trump dalam keterangan tertulis.

Dia menyatakan telah memberi perintah eksekutif untuk menjatuhkan sanksi bagi para pemimpin Turki, baik yang aktif maupun mantan.

Dikutip AFP Senin (14/10/2019), Trump segera mengakhiri perundingan dagang dengan nilai sekitar 100 miliar dolar AS, atau Rp 1.414 triliun.

Padahal, kesepakatan dagang itu merupakan tujuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menyambut delegasi AS September lalu.

Preiden 73 tahun itu juga mengungkapkan menaikkan tarif produk baja Turki menjadi 50 persen.

Langkah yang membuat ekonomi Ankara limbung.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper berujar, dia bakal ke Brussels, Belgia, pekan depan untuk meminta NATO memberikan hukuman bagi Turki.

Dia beralasan, serangan Turki atas Kurdi Suriah membuat banyak tawanan berbahaya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melarikan diri.

Kurdi yang tergabung dalam aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) untuk memerangi ISIS dipandang sebagai teroris oleh pemerintahan Erdogan.

Selain itu, NATO berusaha untuk membuat Turki dekat dengan mereka.

Namun langkah terakhir Erdogan membuat mereka meradang.

Sebab, Erdogan mengumumkan dia telah membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia, dan membuat Turki dikeluarkan dari program jet tempur F-35.

Pernyataan Trump disambut Senat, meski sanksi adalah langkah yang "baik dan dibenarkan", tetapi masih belum cukup.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved