Mirna Harap Tiap Desa di Kendal Punya Pengelolaan Sampah Sendiri

Bupati Kendal Mirna Annisa berharap agar setiap desa untuk mempunyai pengelolahan sampah sendiri.

Mirna Harap Tiap Desa di Kendal Punya Pengelolaan Sampah Sendiri
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Bupati Kendal Mirna Annisa tengah memberikan sambutan dalam kegiatan Pembinaan Karakter Kebangsaan pada Kamis (17/10/2019) di Aula Kecamatan Weleri. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal Mirna Annisa berharap agar setiap desa untuk mempunyai pengelolahan sampah sendiri.

Hal itu agar pengelolahan sampah di satuan terkecil dapat dilakukan dengan baik sehingga permasalahan sampah di tingkat wilayah desa dapat teratasi.

"Pengelolahan sampah sendiri di desa dapat dilakukan dengan cara memberdayakan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) dan melibatkan masyarakat dalam pengelolahannya," ujarnya dalam kegiatan Pembinaan Karakter Kebangsaan pada Kamis (17/10/2019) di Aula Kecamatan Weleri.

Ia menambahlan pengelolahan sampah dimulai dari tingkat rumah tangga yakni sudah dipisahkan sampah yang non organik dan organik.

Nantinya yang non organik dapat disalurkan ke Bumdes untuk diolah menjadi kerajian atau dikelola menjadi barang lainnya.

Sedangkan organik dapat digunakan menjadi pupuk atau pakan ternak.

Lokalisasi Sunan Kuning Tutup Besok Pagi, Akan Ada Deklarasi WPS Tak Terjun ke Prostitusi Lagi

Komisi C DPRD Kota Salatiga Pesimis Revitalisasi Lapangan Pancasila Selesai Tepat Waktu

Dekat Rumah Bupati Temanggung Hidup Kapten Timnas Sepak Bola Putri Disabilitas yang Jadi Buruh Cuci

Rumitnya Kasus Pencabulan di Polres Kendal Hingga Sidang Ajudikasi Sengketa Informasi di KIP Jateng

"Membuang sampah tanpa dibarengi pengelolahan sampah dapat membuat lingkungan menjadi kotor.

Lingkungan jadi tidak sehat dan nampak tidak terawat," ternganya

Mirna menambahkan bahwa menjaga kebersihan dan lingkungan dengan melakukan pengelolahan sampah yang baik juga termasuk dalam contoh karakter yang patut ditiru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya karakter bangsa dapat dilihat dari cara pola pikir masyarakatnya baik kelompok maupun individu dalam menghadapi permasalahan seperti sampah.

"Setiap hari masyarakat Kabupaten Kendal menghasilkan sampah sebanyak 1500 Kubik per hari sehingga membutuhkan tempat pembuangan sampah yang cukup luas selain TPA di Desa Darupono.

Maka dari itu diperlukan pengelolahan sampah agar sampah-sampah di desa dapat dikelola," katanya. (dap)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved