Seminar Kesehatan Jiwa di RSND Semarang, Banyak Tugas Bisa Memicu Stress Pada Mahasiswa
Menurutnya beberapa mahasiswa pun telah memanfaatkan layanan ini saat mengalami depresi dalam tingkatan yang ringan maupun berat
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tuntutan akademik semisal pemberian tugas-tugas perkuliahan bisa memicu stress kepada mahasiswa.
Bahkan stress tersebut bisa berujung fatal, yakni bunuh diri.
"Bunuh diri di usia muda, yakni usia 15-29 tahun terus meningkat. Bahkan catatan WHO, Bunuh diri usia muda menjadi pembunuh kedua terbanyak," papar dr Innawati Jusup, dokter spesialis kedokteran jiwa di seminar kesehatan jiwa yang berlangsung di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang, Kamis (17/10/2019).
Pencegahan pun terus dilakukan. Mengingat, ia menguraikan, usia perkuliahan juga rentan terhadap fenomena depresi hingga mengakibatkan bunuh diri.
Di RSND Semarang, menurutnya pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Undip untuk memberikan layanan bimbingan sosial dan bimbingan kejiwaan.
Menurutnya beberapa mahasiswa pun telah memanfaatkan layanan ini saat mengalami depresi dalam tingkatan yang ringan maupun berat.
"Sehingga hal ini dapat mencegah bunuh diri usia muda. Dengan cara mengenali tanda-tanda mereka yang depresi dan ingin mengakhiri hidupnya," paparnya.
Meski begitu, ia mengungkapkan ada permasalahan lain para mahasiswa memanfaatkan layanan tersebut.
Yakni, mereka biasanya pergi ke layanan itu sendiri, atau bersama teman mereka. Artinya orang tua tidak dilibatkan.
"Saat bapak dan ibunya tahu, mereka biasanya syok. Mereka merasa anaknya tidak sakit jiwa kok berkonsultasi ke psikolog?" lanjutnya.
Maka lewat edukasi yang kontinyu, ia berharap orangtua juga paham terhadap kondisi kesehatan anaknya. Terutama mereka yang stress karena tuntutan akademis.
"Orangtua juga harus diberikan pemahaman. Bahwa jika anaknya mengalami stress, selain terbuka ke orangtua juga mengkonsultasikan ke psikiater," paparnya.
Plt Direktur Medik dan Keperawatan RSND dr Hermina Sukmaningtyas, menambahkan seminar ini berlangsung dalam rangka hari kesehatan jiwa sedunia.
Menurutnya kesehatan yang ditakar dalam tiap orang tak cuma sehat secara fisik, namun juga mental.
"Dengan sehat jiwanya pasti bisa mensupport semua pendidikan yang ada," ujarnya. (Ahm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seminar-tentang-kesehatan-jiwa-digelar-di-r.jpg)