Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Terduga Teroris di Karanganyar Ditangkap Densus 88 saat mau Beli Lauk, Begini Kesehariannya Kata RW

Sebelum menempati kontrakan di Pokoh Baru, mereka sudah tinggal di Gaum Tasikmadu

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Agus Iswadi
Suasana pasca penangkapan dan penggledahan terduga teroris di Gang Apel Pokoh Baru RT2/7 Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, Sabtu (19/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penangkapan dan penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris yang berada di Gang Apel Pokoh Baru RT2/7 Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, Sabtu (19/10/2019).

Dari informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di rumah Kontrakan milik Alfian warga Badranasri itu berlangsung mulai pukul 06.00 sampai dengan 08.15 WIB.

Rumah kontrakan tersebut dihuni pasangan suami istri (Pasutri) asal Kabupaten Sampang Jawa Timur, Junaidi (50) dan Harmawati (48) serta anaknya, berumur sekitar 8 tahun yang kini duduk di bangku SD.

Namun yang ditangkap hanya Harmawati.

Ketua RW 7 Pokoh Baru, Eko Hariyono menyampaikan, perempuan terduga teroris tersebut tinggal bersama anak perempuannya di rumah kontrakan itu sudah sekitar 6 bulan lamanya.

Sebelum menempati kontrakan di Pokoh Baru, mereka sudah tinggal di Gaum Tasikmadu.

"Ngontraknya itu satu tahun, ini sudah jalan sekitar 6 bulan," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (19/10/2019).

Eko menceritakan, penggeledahan yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Inafis Polres Karanganyar dilakukan sekira pukul 07.15.

"Dari inafis dan Densus meminta izin untuk masuk rumah, saya sebagai Ketua RW menyaksikan dengan RT dan Kadus.

Yang dibawa 16 item tapi yang tidak berkaitan dikembalikan lagi.

Ada handphone, buku nikah, mukadimah, lembar kertas bertuliskan apa gitu, saya tidak tahu serta lainnya," terang Ketua RW.

Ia menceritakan, kronologi penangkapan terduga teroris terjadi saat yang bersangkutan hendak membeli lauk di dekat rumah Bupati Karanganyar.

"Mau cari lauk di depan rumah Pak Bupati, terus ditangkap.

Penangkapan tidak di rumah.

Setelah itu baru dilakukan penggeledahan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved