Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ayam Geprek Dek Lastri di Tegal, Sambal Bawang Khas yang Pedas dan Sedap

Seperti Ayam Geprek Dek Lastri yang ada di Jalan Slamet No 5 Kota Tegal ini. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota, berdekatan dengan Stasiun Tegal

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Fajar Bahruddin
Ayam Geprek Dek Lastri di Jalan Slamet No 5 Kota Tegal, dengan menu sambal bawang. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Ayam geprek atau ayam krispi yang digeprek dengan sambal, menjadi kuliner favorit di berbagai kota.

Selain karena harganya yang terjangkau, tiap penjual biasanya memiliki rasa khas dari sambalnya.

Seperti Ayam Geprek Dek Lastri yang ada di Jalan Slamet No 5 Kota Tegal ini.

Lokasinya tidak jauh dari pusat kota, berdekatan dengan Stasiun Tegal dan Alun- alun Kota Tegal.

Ada lima varian sambal dari Ayam Geprek Dek Lastri, sambal korek, sambal terasi, sambal matah, sambal bawang, dan sambal hijau.

Satu di antaranya sambal bawang, menjadi sambal yang cukup digemari warga Kota Tegal.

Rasanya gurih, manis, pedas, dan aroma bawangnya begitu sedap.

Penjual, Abid (26) mengatakan, dari kelima sambal di warungnya, sambal terasi dan sambal bawang paling banyak diminati.

"Biasanya orang- orang pesannya via ojek online. Ya dua sambal itu, terasi dan bawang," kata Abid saat ditemui tribunjateng.com, Minggu (20/10/2019).

Abid mengatakan, selain karena sambalnya, ayam gepreknya pun memiliki rasa gurih di krispinya.

Ayamnya begitu krispi dan memiliki rasa asin dan manis.

"Ayam di sini gorengnya spesial. Memakai cara tersendiri. Jadi gak cuma pedas, ada rasa asin dan manisnya," kata Abid pria asli Tegal yang memulai usahanya sejak 2007.

Setiap hari, Abid membuka warungnya mulai pukul 10.00 WIB sampai 22.00.

Harga satu porsi ayam geprek lengkap dengan es teh dijual seharga Rp 16 ribu.

Sedangkan ayam geprek yang pakai toping keju mozarella dijual seharga Rp 22 ribu.

Kini usaha Ayam Geprek Dek Lastri miliki Abid dalam sebulan menghasilkam omzet sekira Rp 130 juta.

"Awalnya sejak 2007 saya buka usaja ayam geprek rumahan. Alhamdulillah, awal 2019 saya bisa buka warung," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved