Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Paguyuban Angkutan dan Kendaraan Wisata Minta Pemkab Semarang Benahi Kemacetan Bandungan

Kawasan wisata Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang selalu macet, terutama saat akhir pekan.

Tayang:
Penulis: amanda rizqyana | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Kondisi taman parkir wilayah Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (20/10/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kawasan wisata Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang selalu macet, terutama saat akhir pekan.

Ketua Paguyuban Angkutan dan Kendaraan Wisata (Andarawista), Samani berpendapat tingginya volume kendaraan menuju beberapa wisata di Bandungan menjadi penyebabnya. 

Kondisi tersebut, tambahnya, tidak sesuai dengan lebar jalan yang dilalui. 

Sehingga arus lalu lintas tidak lancar, lantaran banyak kendaraan sulit bermanuver saat keluar dan masuk beberapa titik wisata.

Dia berujar kondisi demikian merugikan pelaku usaha setempat, sekaligus menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung. 

Ia mengatakan tiap Sabtu-Minggu kendaraan roda empat yang dari arah Gedong Songo menuju Pasar Bandungan membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Padahal jarak yang ditempuh tidak lebih 3 kilometer.

"Sehari ada ribuan mobil dan ratusan bus besar keluar masuk Gedongsongo dan Bandungan sehingga bikin macet jalan, bus besar untuk belok harus mengambil haluan cukup luas tapi lebar jalan masih kurang," ujar Samani , Minggu (20/10/2019) sore.

Dari Dahulu Iriana Jokowi Memang Sosok Sederhana, Kenang Kawan Semasa Kuliah di UMS

Berlangsung 22.30, Ini Link Live Streaming MU Vs Liverpool

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, Polres Sragen Berduka

Ketua Paguyuban Angkutan Setia Kawan Guyub Rukun (SKGR), Rochimin, pun menambahkan kemacetan berdampak pada sopir angkutan.

Kemacetan itu berdampak pada semakin boros bahan bakar yang digunakan para sopir.

"Bisa pulang bawa uang sudah beruntung, tidak jarang bakbuk atau impas. Kadang malah rugi," tutur Rochimin.

Rochimin berharap pemerintah kabupaten setempat menyediakan rest area di sekitaran Bandungan.

Ia mencontohkan, bus besar cukup berhenti di rest area, kemudian wisatawan menggunakan shuttle bus saat keliling di kawasan. (Tribun Jateng/Amanda Rizqyana)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved