Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Warga Semarang yang Menembak Kreak Bersenjata Tajam Jadi Tersangka

Seorang pemuda yang diduga bagian dari kelompok kreak bersenjata tajam ditembak warga menggunakan senapan angin laras panjang.

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Istimewa
TERDUDUK LEMAS - Seorang pemuda yang diduga anggota kelompok kreak terduduk lemas di Jalan Tegalsari Perbalan, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, seusai terkena tembakan warga pada Minggu (10/5/2026) dini hari. Polisi telah menangkap tersangka penembakan dan mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senapan angin laras panjang beserta lima butir peluru. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang pemuda yang diduga bagian dari kelompok kreak bersenjata tajam ditembak warga menggunakan senapan angin laras panjang di Jalan Tegalsari Perbalan, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang

Setelah itu, korban mengalami luka serius pada bagian ginjal dan paru-paru hingga menjalani perawatan intensif selama hampir sepekan di rumah sakit.

Insiden penembakan itu sempat beredar di internet melalui sebuah video yang memperlihatkan korban terduduk lemas di aspal jalan sambil menahan sakit, yang diunggah sebuah akun Instagram pada Sabtu (17/5/2026).

Baca juga: Talud Sungai Silandak Semarang Longsor, Warga Gotong Royong Pasang Sandbag

Bupati Semarang Targetkan 88 Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Mulai Agustus

Dalam keterangan video yang beredar, peristiwa disebut terjadi pada 12 Mei 2026 di kawasan Tegalsari, Semarang

Namun, polisi memastikan kejadian sebenarnya berlangsung lebih awal, yakni Minggu (10/5/2026) lalu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.

“Inisial korban RFP, 24 tahun, warga Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, satu di antara kelompok yang diduga membawa sajam.

Saat ini (korban) juga masih di RS Elizabeth, belum bisa kita lebih dalami lagi,” ungkap Kompol Riki, Minggu (17/5/2026).

Setelah penembakan terjadi, korban tampak tanpa mengenakan baju, duduk bersandar di bagian belakang sepeda motor.

Sejumlah pemuda lain mengerumuni korban sambil berusaha memberikan pertolongan.

Peristiwa tersebut bermula ketika tersangka bersama sejumlah warga melihat sekelompok pemuda yang diduga membawa dan mengacungkan senjata tajam di sekitar lokasi kejadian. 

Kelompok tersebut kemudian dibubarkan warga.

Namun setelah situasi dianggap mereda, tersangka justru mengambil senapan angin laras panjang dari rumahnya.

“Tersangka mengambil senapan angin dari rumahnya dengan alasan untuk menakut-nakuti kelompok tersebut,” kata Kompol Riki.

Senapan itu kemudian diisi peluru. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved