Ratusan Suporter Pasoepati Masih Bertahan di Prambanan, Ingin Kawal Bus Pemain

Ratusan suporter Pasoepati masih bertahan di kawasan Prambanan, Kabupaten Klaten, Senin (21/10/2019) malam.

Ratusan Suporter Pasoepati Masih Bertahan di Prambanan, Ingin Kawal Bus Pemain
TRIBUN SOLO/ EKA FITRIANI
Ratusan suporter Pasoepati yang bertahan di Prambanan Klaten untuk menunggu bus pemain dan mengawalnya hingga tiba di Solo pascakericuhan PSIM vs Persis Solo, Senin (21/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Ratusan suporter Pasoepati masih bertahan di kawasan Prambanan, Kabupaten Klaten, Senin (21/10/2019) malam. 

Mereka menempatkan sepeda motornya di jalanan yang terlihat hingga pukul 19.50 WIB, meskipun pertandingan sudah selesai pukul 17.30 WIB.

Ratusan suporter klub berjuluk Laskar Samber Nyawa itu enggan kembali ke Solo, karena ingin mengawal bus para pemain Persis Solo, usai pertandingan di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Budi Kurniawan Tepergok Istri sedang Ngamar di Sebuah Kamar Kos, Suami Sempat Pukuli Sahliyatul

Kesbangpol Jateng Buat Grup Whatsapp dengan Pelaku Wisata dan Usaha Demi Kemajuan Dieng

Skandal Video Mesum Mahasiswi Cantik dengan Dosen di Kota B Beredar di Twitter : Selama Ada Duit

Sementara polisi dari Polres Klaten dan TNI tampak berjaga-jaga di kawasan perbatasan Klaten dan Yogyakarta itu.

Kebanyakan suporter Pasoepati memenuhi jalanan dengan memarkir sepeda motor di sisi utara jalan.

Sedangkan sisi selatan kendaraan berjalan dengan lambat, bahkan suasana semrawaut karena saking banyaknya supoter.

"Suporter Pasoepati masih bertahan di Prambanan tidak mau kembali ke Solo," kata Kasatintel Polres Klaten, Iptu Panaji Suryo Saputro.

Berakhir Ricuh

Kericuhan suporter pecah di stadion Mandala Krida, Yogyakarta, saat pertandingan pamungkas bertajuk Derby Mataram Liga 2 2019 antara PSIM Yogyakarta Vs Persis Solo saat memasuki penghujung babak kedua, Senin (21/10/2019).

Kericuhan terjadi diduga karena ada oknum suporter yang tidak terima karena pemain Persis Solo mengulur-ulur waktu jelang pertandingan berakhir.

Pada penghujung laga tersebut, PSIM Yogyakarta tertinggal 2-3 dari tamu Persis Solo.

Ada oknum suporter langsung masuk ke dalam stadion dan mengejar pemain-pemain Persis Solo.

Laga terhenti dan semua pemain mulai di evakuasi dari dalam lapangan.

Kericuhan pun pecah dan membuat aparat kepolisian menembakan gas air mata untuk menghalau suporter keluar lapangan.

Namun kericuhan justru melebar keluar stadion.

Kendaraan yang ada di luar stadion menjadi sasaran kemarahan massa. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Ratusan Pasoepati Bertahan di Prambanan Klaten,karena Tunggu Pemain & Ingin Kawal Bus hingga ke Solo

Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved