Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Deretan Tulisan Kekinian Santri Putri Dalam Kirab Hari Santri Nasional 2019 di Pekalongan

Slogan-slogan kekinian warnai pawai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kota Pekalongan.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Slogan-slogan yang dibawa oleh santri putri dalam kirap peringatan Hari Santri Nasional di Kota Pekalongan, Selasa (22/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ungkapan dalam bentuk tulisan kekinian warnai pawai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kota Pekalongan.

Slogan bertuliskan tentang jodoh, masa depan, kegalauan santri putri, bahkan wejangan para Kyai dituangkan dalam kertas karton.

Kertas itu dibawa oleh para santri putri dalam kirab perayaan HSN itu.

Masyarakat yang menyaksikan kirab pun tersenyum kala membaca tulisan yang dibawa para santri.

Bahkan santri putra yang ikut pawai tak jarak bersorak kegirangan, saat membaca tulisan yang dibawa santri putri bertuliskan “I Love You Santri Putra”

Slogan-slogan yang dibawa oleh santri putri dalam kirap peringatan Hari Santri Nasional di Kota Pekalongan, Selasa (22/10/2019).
Slogan-slogan yang dibawa oleh santri putri dalam kirap peringatan Hari Santri Nasional di Kota Pekalongan, Selasa (22/10/2019). (Tribun Jateng/ Budi Susanto)

Tulisan-tulisan itu sengaja dibuat dan dibawa oleh santri putri untuk memeriahkan acara.

Dita Arinda (16) santri dari Ponpes Syafii Akron Pekalomgan satu di antaranya.

Slogan-slogan yang dibawa oleh santri putri dalam kirab peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Kota Pekalongan, Selasa (22/10/2019).
Slogan-slogan yang dibawa oleh santri putri dalam kirab peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Kota Pekalongan, Selasa (22/10/2019). (Tribun Jateng/ Budi Susanto)

Ia mengaku di Ponpesnya hampir semua santri putri membawa spanduk dalam acara.

“Ya kami sengaja membawa spanduk ini, supaya acara lebih meriah,” jelas gadis 16 tahun itu, Selasa (22/10/2019).

Dilanjutkannya, adanya spanduk yang dibawa menunjukan bahwa santri juga bisa eksis.

“Tentunya kami juga ingin eksis, namun tak hanya dalam kirap, kami juga ingin menunjukan bahwa santri bisa berprestasi dan membangun negeri,” jelasnya.

Slogan yang dibawa oleh santri putri dalam kirab peringatan Hari Santri Nasional di Kota Pekalongan, Selasa (22/10/2019).
Slogan yang dibawa oleh santri putri dalam kirab peringatan Hari Santri Nasional di Kota Pekalongan, Selasa (22/10/2019). (Tribun Jateng/ Budi Susanto)

Dita menuturkan, para santri berterima kasih dengan pemerintah yang sudah menjadikan hari santri sebagai agenda nasional.

“Dengan adanya HSN, eksistensi santri diakui. Untuk itu kami berterima kasih dengan pemerintah,” paparnya.

Adapun, Slamet Masruri (40) satu di antara warga Kota Pekalongan, yang menyaksikan kirap, memberi komentar slogan yang dibawa para peserta kirap.

“Lucu juga, slogan itu kalau dibaca dan diresapi benar juga. Misalnya tadi ada slogan yang bertuliskan banyakin Shalat kurangi sambat, kalau diperhatikan memang benar slogan itu,” tambahnya.

Tulisan unik yang dibawa oleh santri putri dalam kirab peringatan Hari Santri Nasional di Kota Pekalongan, Selasa (22/10/2019).
Tulisan unik yang dibawa oleh santri putri dalam kirab peringatan Hari Santri Nasional di Kota Pekalongan, Selasa (22/10/2019). (Tribun Jateng/ Budi Susanto)

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved