Insiden Jurnalis Mendapat Intimidasi saat Meliput Pertandingan Persis Solo VS PSIM Yogya

Pengalaman tak mengenakkan meliput pertandingan olahraga sepakbola dirasakan jurnalis Goal Indonesia, Lukas Budi Cahyono.

Insiden Jurnalis Mendapat Intimidasi saat Meliput Pertandingan Persis Solo VS PSIM Yogya
ISTIMEWA
Kericuhan suporter pecah di stadion Mandala Krida, Yogyakarta, saat pertandingan antara PSIM Yogyakarta Vs Persis Solo 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengalaman tak mengenakkan meliput pertandingan olahraga sepakbola dirasakan jurnalis Goal Indonesia, Lukas Budi Cahyono.

Dia menceritakan insiden ketika meliput pertandingan Liga 2 antara PSIM Yogyakarta menghadapi Persis Solo, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10/2019) sore.

Mantan Media Officer Persis Solo ini mendapat intimidasi dari bek PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle yakni meminta agar foto-foto dirinya segera dihapus.

Kesaksian Petugas Pemadam Saat Melihat Mobil Polisi Dibakar Massa Suporter

Kabar Terbaru Rusuh Laga PSIM Yogya Vs Persis Solo, Petugas Pemadam : Suporter Beringas Bakar Mobil

Ratusan Suporter Pasoepati Masih Bertahan di Prambanan, Ingin Kawal Bus Pemain

Sebelumnya, Hisyam Tolle melakukan terjangan keras kepada pemain Persis Solo, Mochamad Shulton Fajar.

Hal ini lantaran M Shulton dinilai mengulur-ulur waktu sehingga membuat emosi tim lawan.

Soal intimidasi yang dilakukan Hisyam Tolle terhadap Lukas Budi, dilakukan di pinggir lapangan.

Saat kejadian, rekan setim Tolle, Aldaier Makatindu dan Hendika Arga sempat berupaya menenangkan Tolle.

"Kamera memang sempat diambil sama Tolle, namun saya bilang ke dia, jangan di sini (pinggir lapangan-red) hapus fotonya karena biar lebih aman lantaran kondisi sudah rusuh di dalam lapangan. Lalu, saya diajak Arga untuk ke ruang ganti sambil dia menenangkan Tolle bersama Aldaier," kata Lukas Budi.

"Pas di ruang ganti, Tolle meminta semua foto yang ada dirinya di kamera saya dihapus. Untungnya, kamera saya tidak rusak," imbuh Budi.

Hingga berita ini dimuat, belum ada konfirmasi yang menjelaskan latarbelakang Achmad Hisyam Tolle melakukan perbuatan itu.  

Adapun pertandingan PSIM kontra Persis Solo ini berakhir ricuh hingga di luar area stadion.

Sejak awal, pertandingan bertajuk derbi Mataram itu memang sudah berlangsung dalam tensi tinggi, mengingat rivalitas yang begitu kental dari kedua tim.

Terlebih, dibumbui dengan kans tersisa satu tiket ke babak delapan besar dari grup Timur yang harus mereka perebutkan bersama dengan Martapura FC.

Tapi setelah mengetahui Martapura berhasil menang di kandang PSBS Biak, harapan kedua tim untuk lolos pun pupus.

Akhirnya, pertandingan berlangsung untuk mempertahankan gengsi. Keributan antarpemain pun diawali pada masa injury time babak kedua. Saat itu, Persis dalam kondisi unggul 3-2. Skor tersebut juga kemudian menjadi skor akhir pada laga tersebut. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved