Mau Liburan ke Bandungan! Ini Pengaturan Lalu Lintas di Akhir Pekan dan Hari Libur

Kemacetan yang sering terjadi di wilayah obyek wisata Bandungan membuat pihak kepolisian menempatkan 15 personel tiap akhir pekan dan hari libur.

Mau Liburan ke Bandungan! Ini Pengaturan Lalu Lintas di Akhir Pekan dan Hari Libur
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Kepadatan lalu lintas di Pasar Bandungan 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Kemacetan yang sering terjadi di wilayah obyek wisata Bandungan membuat pihak kepolisian menempatkan 15 personel tiap akhir pekan dan hari libur.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Satlantas Polres Semarang Iptu Supeno pada Senin (21/10/2019) siang.

Ia mengakui setiap Sabtu dan Minggu terjadi kepadatan arus lalu lintas di area tersebut.

Selain menyiagakan personel, pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas ke Bandungan melalui depan Toko Roti Pauline Ambarawa sebagai jalan masuk, kemudian jalan keluar melalui Bergas Lor.

"Awalnya rekayasa lalu lintas ini dilakukan setiap hari libur besar seperti Idulfitri, Natal, Tahun Baru, maupun libur panjang lainnya. Namun melihat tingginya frekuensi lalu lintas tiap akhir pekan maupun hari libur nasional, rekayasa lalu lintas ini mulai rutin kami sosialisasikan," terangnya.

Senada dengan pernyataan Iptu Supeno, Rudibdo Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang pun menyatakan pihaknya rutin menempatkan personel pada titik-titik keramaian di Bandungan, seperti di simpangtiga Gedongsongo dan simpangempat Pasar Bandungan, hingga simpangtiga Pasar Jimbaran.

Ia menempatkan sepuluh personel untuk mengurai kemacetan dan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Semarang. Terkait tingginya intensitas kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang melintas di Bandungan, ia mengaku data tersebut akan ia sampaikan besok.

"Saya siapkan datanya, besok saya sampaikan," tuturnya.

Sementara itu penyedia rest area Gamasan, Pujiono menyatakan pihaknya bisa menampung bus besar hingga puluhan di tempat parkirnya, kemudian wisatawan bisa melanjutkan berwisata di sekitar Bandungan menggunakan armada yang telah disiapkan.

Menurutnya, angkutan wisata ini perlu juga diatur oleh pemerintah, karena untuk melindungi konsumen dalam hal ini wisatawan.

"Jangan sampai wisatawan menggunakan jasa, tapi tidak terlindungi hak-haknya. Misal jika ada kejadian kecelakaan kalau sudah diatur ," ujarnya. (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved