Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mammoth Terakhir di Muka Bumi Mati di Pulau Kecil Bernama Wrangel

Mammoth terakhir yang hidup di bumi, mati di sebuah pulau kecil bernama Wrangel di Samudra Arktik sekitar 4.000 tahun yang lalu. Saat es mencair, pop

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Last Mammoth
Mammoth Terakhir di Muka Bumi Mati di Pulau Kecil Bernama Wrangel 

TRIBUNJATENG.COM- Mammoth terakhir yang hidup di bumi, mati di sebuah pulau kecil bernama Wrangel di Samudra Arktik sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Saat es mencair sejak 100.000 tahun lalu, populasi mammoth terakhir hidup di dua pulau berbeda. Yakni Pulau St pul di barat daya Alaska dan satu lagi di Pulau Wrangel Samudra Arktik.

Populasi mammoth yang sempat terpisah ini hidup selama ribuan tahun setelah sebagian spesiesnya mati.

Diberitakan gizmodo.com, penelitian yang dipublikasikan di Quaternary Science Reviews akhirnya mendapat informasi terbaru mengenai Mammoth terakhir yang hidup di bumi tersebut.

Mammoth terakhir mati di Pulau Wrangel Samudra Arktik.

Analisis kimia menunjukkan habitat mammoth di Pulau Wrangel dalam kondisi yang layak saat itu. Sehingga peneliti tidak menemukan kemungkinan alasan mereka punah.

"Sesuatu yang lain" itu mungkin ada hubungannya dengan isolasi mereka yang lama di Pulau Wrangel. Seperti perkawinan sedarah yang menyebabkan kelainan gen lainnya.

Para ahli genetika telah mengaitkan mammoth Wrangel kurang beradaptasi untuk mentolerir kondisi dingin yang ekstrem. Mereka tidak memiliki cadangan lemak di tubuhnya.

"Kami pikir ini mencerminkan kecenderungan mammoth Siberia untuk mengandalkan cadangan lemak mereka untuk bertahan hidup melalui musim es yang sangat keras, sementara mammoth Wrangel, yang hidup dalam kondisi yang lebih ringan, tidak perlu melakukannya,"

Pelapukan batuan juga menjadi faktor lain yang diamati peneliti.

Meningkatnya curah hujan di Pulau Wrangel selama Holocene menyebabkan bahan kimia beracun, seperti sulfida, logam dasar, tembaga, dan bijih antimon, akan dibuang keluar dari bebatuan di pegunungan tengah pulau itu.

Para peneliti mengamati sebagian jejak belerang dan strontium di tubuh mammoth tetap ada.

Buruknya akses ke air bersih tidak menyebabkan mammoth punah, tetapi seperti DNA mereka yang berkurang, itu tentu saja tidak membantu.

"Seperti misalnya hujan salju yang akhirnya menutupi tanah dapat mencegah hewan menemukan sumber makanan. Hal itu menyebabkan penurunan populasi yang dramatis dan akhirnya punah," jelas Hervé Bocherens, salah satu peneliti di University of Tübingen, dilansir Science Alert, Selasa (8/10/2019).

Penelitian sebelumnya pun sempat menemukan indikasi penurunan kualitas air di pulau tersebut. Populasi hewan terisolasi ini pun akhirnya menjadi rentan. Selain itu kontribusi perburuan manusia pun juga tak bisa dikesampingkan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved