Awas Virus Flu Babi Berpotensi Masuk Jawa Tengah, Begini Langkah Pencegahannya
Pemprov Jawa Tengah menegaskan penyebaran virus sudah mulai mendekat sehingga diperlukan pengawasan ketat dan langkah pencegahan.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus virus flu babi atau African Swine Fever (ASF) sudah ditemukan di Timor Leste, Filipina, dan Vietnam.
Pemprov Jawa Tengah menegaskan penyebaran virus sudah mulai mendekat sehingga diperlukan pengawasan ketat dan langkah pencegahan.
"Kami sudah mempertemukan semua pengusaha peternak babi di Jawa Tengah untuk antisipasi terhadap virus tersebut," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah, Lalu M Syafriadi, Minggu (27/10/2019).
Menurutnya, memang saat ini belum ditemukan kasus di Jawa Tengah.
Meskipun demikian, pihaknya tetap meminta pengusaha untuk melakukan langkah- langkah pencegahan.
Virus ASF sangat berbahaya bagi peternakan babi.
Dikarenakan jika terjangkit virus tersebut dapat berakibat pada kesakitan dan kematian pada ternak babi dengan tingkatan mencapai 100 persen.
Dinas meminta pengusaha untuk melakukan bio security total yakni sistem untuk mencegah virus masuk ke area peternakan.
"Truk yang habis mengangkut babi dari daerah lain, terutama dari Jakarta, lebih baik dilakukan disinfektan terlebih dahulu," jelasnya.
Kemudian, terapkan kawasan terbatas di peternakan babi.
Jangan semua orang diperbolehkan masuk.
Dikhawatirkan ada orang yang terpapar virus tersebut kemudian masuk ke peternakan.
Hal itu karena virus bisa ditularkan dari manusia ke babi.
Dalam memberikan pakan ke ternak babi, dilarang menggunakan sisa pakan yang mengandung babi dari restoran atau rumah makan.
"Virus ini ditenggarai bisa masuk melalui daging- daging impor," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/flu-babi-masuk-jawa-tengah.jpg)