Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

6 Manfaat Fermentasi Acar Termasuk Mampu Kontrol Gula Darah Penderita Diabates hingga Cegah Kanker

Makanan yang berasal dari mentimun yang direndam di dalam cuka ini sarat dengan vitamin B yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Ilustrasi Manfaat Fermentasi Acar 

TRIBUNJATENG.COM - Makanan yang berasal dari mentimun yang direndam di dalam cuka ini sarat dengan vitamin B yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi (metabolisme).

Fermentasi acar ternyata memiliki banyak manfaat seperti mengontrol gula darah bagi penderita diabetes hingga mencegah kanker.

Selain mengontrol gula darah, makanan ini juga dapat membuat sel-sel darah baru, dan memelihara sel-sel kulit yang sehat, sel-sel otak, dan jaringan tubuh lainnya.

Makanan ini juga sarat dengan vitamin K yang bermanfaat untuk pembekuan darah serta vitamin A yang dibutuhkan untuk penglihatan sehat, sistem kekebalan tubuh, dan pertumbuhan sel.

Dilansir dari Intisari dalam artikel 'Manfaat 'Ajaib' Fermentasi Acar, Mampu Kontrol Gula Darah hingga Cegah Kanker Kolorektal', berikut beberapa manfaat acar fermentasi.

1. Membantu Mengobati Sindrom Kaki Gelisah

Minuman jus acar telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengobati sindrom kaki gelisah.

Para ahli percaya bahwa efek ini terutama disebabkan oleh adanya elektrolit pekat seperti kalium dan natrium yang dibutuhkan oleh sel untuk menjaga stabilitas, menghasilkan energi, dan berfungsi dengan baik.

2. Menyembuhkan Kram Otot

Menurut penelitian, minum jus acar dapat membantu meredakan kram otot dengan cepat.

Ia bekerja dengan mengembalikan elektrolit dengan cepat dan menghentikan penembakan neuron motorik alfa pada otot kram, oleh karena itu, memberikan bantuan instan dari kram otot.

3. Membantu Mengontrol Gula Darah

Berkat air garam berbasis cuka yang digunakan untuk membuat acar.

Fermentasi acar dapat membantu mengelola kadar gula darah sehingga membantu mencegah diabetes serta mengurangi rasa lapar yang hebat.

Studi mengungkapkan bahwa menambahkan cuka pada makanan dapat membantu mengurangi kadar glukosa darah postprandial dan puasa pada orang dewasa yang berisiko terkena diabetes tipe 2.

Karena itu, para peneliti merekomendasikan untuk menambahkan acar fermentasi dalam makanan sehari-hari seseorang untuk mencegah diabetes.

4. Mengandung Probiotik

Probiotik adalah bakteri menguntungkan yang menawarkan berbagai manfaat kesehatan dari kulit yang lebih baik hingga kesehatan jantung.

Untuk menikmati manfaat ini, pilihlah acar yang difermentasi dalam air garam dan air daripada acar yang difermentasi dalam cuka (mereka tidak memiliki efek probiotik).

5. Sumber Antioksidan yang Kaya

Hadir dalam acar adalah antioksidan alami yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran segar.

Proses fermentasi mempertahankan profil nutrisi dan kekuatan antioksidannya.

Sementara itu, memasak dapat memecah beberapa nutrisi sensitif panas ini.

Jusnya (air asin) khususnya, sarat dengan antioksidan penangkal radikal bebas dan peningkat kekebalan C dan E.

6. Membantu Mencegah Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal adalah salah satu penyebab paling umum kematian terkait kanker di seluruh dunia.

Menurut penelitian, mengonsumsi makanan sehat kaya probiotik berpotensi membantu mencegah kanker kolorektal.

Konsumsi acar fermentasi dapat digunakan sebagai metode pencegahan untuk kemungkinan pencegahan kanker.

Cara Mudah Menjaga Gula Darah

Selain melalui makanan, menjaga gula darah untuk penderita diabetes juga bisa dilakukan melalui aktivitas rutin

Kenaikan gula darah merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kadar gula darah meningkat terlalu tinggi (hiperglikemia)

Hal ini disebabkan karena glukosa (gula) menumpuk di dalam aliran darah

Proses penggunaan glukosa dalam daarah membutuhkan kerja hormon insulin agar dapat didistribusikan ke dalam darah ke otot, organ tubuh, dan otak.

Tanpa adanya insulin tersebut, glukosa tidak bisa dipakai dan akan tetap berada di dalam darah sehingga akhirnya memicu penumpukan.

Gula darah meningkat tajam biasanya dialami oleh seseorang yang mengalami diabetes karena mereka tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif.

Jika dibiarkan, hiperglikemia dapat menyebabkan beberapa gejala dan kondisi serius seperti ketoasidosis

Kenaikan gula darah merupakan hal yang sering dialami oleh seseorang dengan diabetes.

Dilansir dari laman Hellosehat, berikut 7 cara mudah mencegah kenaikan gula darah

1. Biasakan pola makan yang sehat

Mengonsumsi makanan dalam waktu yang tepat sangat penting untuk mencegah gula darah meningkat pesat.

Selain itu, makan dengan jam yang teratur juga dapat mencegah Anda terlalu banyak makan dan menyebabkan gula darah terlalu tinggi setelah makan.

2. Jangan malas gerak

Tidak aktif bergerak dalam waktu yang lama dan terlalu sering dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat secara perlahan.

Khususnya pada penderita diabetes, aktif beraktivitas dengan intensitas yang sedang seperti rutin berolahraga ringan merupakan hal penting untuk mengatur kadar gula darah agar tetap stabil.

3. Ubah pilihan makan

Hindari makanan yang cepat membuat gula darah meningkat seperti minuman kemasan yang tinggi gula, kue, atau camilan manis.

Sementara itu, beberapa jenis makanan memiliki manfaat khusus dalam mencegah kenaikan kadar gula darah contohnya Kacang-kacangan. 

Lemak dalam kacang merukan lemak sehat yang dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah.

Gandum utuh merupakan sumber karbohidrat yang dapat diserap dalam waktu yang lebih lama sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah dalam waktu yang singkat.

Sayuran selain mengandung serat, beberapa jenis lain seperti timun, wortel, dan brokoli dapat mencegah kenaikan kadar gula darah serta memiliki kandungan zat gizi penting.

4. Kendalikan stres

Relaksasi merupakan hal penting karena merasa tertekan merupakan salah satu penyebab hormon insulin tidak dapat bekerja dengan optimal.

Kondisi stres berat juga dapat memengaruhi kebiasaan makan, berolahraga, atau pola konsumsi obat-obatan.

5. Memperbaiki pola tidur

Kurang tidur merupakan salah satu penyebab kadar gula darah meningkat terlalu tinggi, khususnya pada penderita diabetes.

Buatlah kebiasaan tidur yang baik dengan 6-7 jam tidur malam hari.

6. Berhenti merokok

Salah satu efek merokok adalah tubuh kesulitan untuk mengatur kadar gula darah agar tetap stabil.

Selain itu, bagi penderita diabetes yang masih merokok, menentukan dosis penggunaan insulin yang tepat akan menjadi lebih sulit sehingga menyulitkan pengendalian kadar gula darah.

7. Rutin cek gula darah

Biasakan untuk memantau kadar gula darah Anda dengan tes di rumah atau di dokter.

Bila Anda paham pola naik dan turunnya gula darah Anda, Anda pun akan lebih mudah untuk menjaga supaya gula darah tidak melonjak.

Disamping itu, kenaikan gula darah akan menimbulkan beberapa gejala.

Apalagi ketika peningkatannya telah menyebabkan kadar gula darah melebihi 200 miligram per desiliter (mg/dL).

Gejala yang timbul bermacam-macam dan memiliki intensitas yang berbeda pada setiap orang dan setiap kasus.

Ini tergantung kondisi kesehatan masing-masing.

Gejala gula darah meningkat akan lebih serius pada orang yang mengalami diabetes.

Gejala umum ketika gula darah meningkat adalah:

- Jadi sering buang air kecil

- Mengalami sakit kepala

- Mengalami penglihatan kabur

- Mudah haus

Kenaikan gula darah juga menjadi pertanda jika tubuh mengalami kekurangan energi dari glukosa.

Akibatnya tubuh menggunakan lemak sebagai cadangan energi dan menghasilkan zat sisa berupa keton.

Hal ini menyebabkan kondisi ketoasidosis yang menimbulkan gejala seperti:

- Rasa mual dan muntah-muntah

- Mulut terasa kering

- Berkeringat

- Nyeri sekitar perut

- Merasa kebingungan atau linglung

- Nafas berbau seperti buah-buahan atau agak kecut

- Kesulitan bernapas

- Merasa lemas

- Koma (*)

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved