Ngopi Pagi

Fokus : Semangat Pramel, Semangat Pemuda

DI media sosial fanbase badminton Indonesia, Senin (28/10) kemarin dihiasi video detik-detik sebelum ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavi

Fokus : Semangat Pramel, Semangat Pemuda
tribunjateng/bram
Muslimah wartawan tribunjateng.com 

Oleh Muslimah

Wartawan Tribun Jateng

DI media sosial fanbase badminton Indonesia, Senin (28/10) kemarin dihiasi video detik-detik sebelum ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Pramel) memenangi gelar super series kedua mereka, French open 2019. Hasil tersebut sangat penting dan berarti banyak bagi Pramel yang mulai dipasangkan sejak awal 2018.

Untuk juara di French Open, Pramel di pertandingan final, Sabtu (27/10) harus menyingkirkan rintangan terberat. Siapa lagi kalau bukan unggulan pertama yang merupakan ganda campuran terbaik dunia saat ini, pasangan Tiongkok, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Mereka selama ini begitu dominan dan sangat sulit ditembus.

Pada set pertama Pramel dipaksa menelan kekalahan 22-24. Nah, video yang banyak beredar di medsos ini tampaknya diambil saat jeda istirahat jelang set kedua. Setelah mendapat arahan dari pelatih Nova Widianto, Praveen dengan berapi-api menyemangati rekannya, Melati untuk pantang menyerah.

Dia mengajak Melati untuk nekat, hadapi saja dengan gagah berani karena meski set pertama kalah semua belum berakhir. Tanggung, menurutnya, kemenangan akan membuat mereka juara dua super series hanya dalam waktu dua pekan. (Pekan sebelumnya pasangan ini juara di Denmark). Pada akhirnya, Pramel berhasil membalikkan keadaan. Mereka menang setelah memaksa Pasangan Tiongkok main 3 set. Dua set berikutnya menjadi milik Pramel dengan 21-16, dan 21-12.

Netizen membanjiri Pramel dengan pujian karena setelah sekian lama dipasangkan, mereka akhirnya menjadi bisa juara, bahkan back to back. Khususnya Praveen. Dia sebelum tur ke Eropa (Denmark dan Perancis) mendapat sorotan karena baru saja mendapat SP 2 dari pelatih. Praveen membuktikan bisa bangkit dari keterpurukan dengan cara menghadapinya. Dia diibaratkan sebagai macan yang telah bangun dari tidurnya.

Juara di French Open juga sekaligus memastikan bahwa kemenangan mereka di Denmark bukan kebetulan. Nama Indonesia pun, kembali harum melalui cabang bulutangkis. Di Perancis, Indonesia bisa dibilang menjadi juara umum karena kemenangan juga dipetik ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Tunggal putra Jonatan Christie juga naik podium meski sebagai runner up karena kalah dari Chen Long.

Kejayaan Tim Bulutangkis Indonesia di French Open ini terasa lebih manis karena ditorehkan menjelang detik-detik peringatan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober. Tahun 2019 ini, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 mengangkat tema “Bersatu Kita Maju”. Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada 1928 dalam Sumpah Pemuda bahwa kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa hanya jika terus maju dan bersatu.

Seperti pesan Mendikbud Nadiem Makariem, prestasi akan diraih jika kita memegang empat hal. Pertama berani melangkah tidak menunggu dunia berubah. Kedua kegagalan adalah saat kita diam di tempat sementara kesuksesan kalau kita terus melangkah. Ketiga dunia ada di tanganmu, asal berani melangkah, kita tak pernah kalah. Dan keempat, tugas pemuda saat ini adalah membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia. Praveen dan Melati melalui bulutangkis sudah membuktikan hal itu. Mereka bersatu, pantang menyerah, terus melangkah maju hingga akhirnya menjadi juara. (Muslimah)

Penulis: muslimah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved