Ratna Ajarkan Kebersamaan dan Kesamaan Hidup Tanpa Batas dan Bullying

Semangat Sumpah Pemuda tak hanya digalakkan oleh para pemuda, namun juga calon generasi penerus bangsa.

Ratna Ajarkan Kebersamaan dan Kesamaan Hidup Tanpa Batas dan Bullying
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Expo dan Pameran Inklusi di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pandanaran Wujil Kabupaten Semarang pada Selasa (29/10/2019) siang 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Semangat Sumpah Pemuda tak hanya digalakkan oleh para pemuda, namun juga calon generasi penerus bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Jawa Tengah Ratna Andi Irawan dalam dalam Expo dan Pameran Inklusi di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pandanaran Wujil Kabupaten Semarang pada Selasa (29/10/2019) siang.

Ia menuturkan, stan yang dibuka oleh pihaknya menjadi satu di antara sekitar 70 stan pameran pendidikan dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Pihaknya menampilkan permainan futbolnet dan kolaborasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan reguler.

"Di sinilah nilai dari inklusi dan pameran hari ini.

Kita tunjukkan bahwa pendidikan inklusi yang dikembangkan madrasah Ma`arif ini akan menjadi contoh dalam setiap pembelajaran di Madrasah/sekolah," urainya.

Keponakannya Dicabuli Bertahun-tahun, Soko Justru Jadi Terdakwa Penganiayaan

2 Pelapor Kasus Penipuan Jual Beli yang Jadi Tersangka Mangkir dari Panggilan Polisi

Begini Modus Baru Penggerebekan Berujung Pemerasan yang Incar Gay di Semarang

Transformasi IAIN Purwokerto di Purbalingga Akan Diberi Nama UIN Prof KH Saifuddin Zuhri

Ratna menambahkan pihaknya mengajarkan kebersamaan dan kesamaan dalam hidup tanpa ada batas dan bullying.

Ia pun berharap para hadirin yang melihat permainan yang ditampilkab bisa termotivasi dan membangkitkan semangat inklusif terutama para pendidik .

Sementara itu Kepala MI Keji Ungaran Ma`arif Supriyono yang hadir menyampaikan optimismenya akan dampak dari kehadiran stan inklusi.

Pasalnya, berdasarkan laporan buku pengunjung pada hari pertama dikunjungi oleh 900 orang.

“Stan madrasah inklusi kami banyak diapresiasi yang sangat bagus.

Meskipun awalnya beberapa orang ragu dan menyangsikan keseriusan dan kemampuan kita, alhamdulillah kita bisa membuktikan dan banyak yang salut dan mendukung kita," kelasnya.

Supriyono mengaku semua pihak yang mendukung acara telah mengerahkan segenap daya dan upaya agar bisa menampilkan yang terbaik.

"Insya Allahh pesan pendidikan kita akan diterima oleh yang lain,” kata Supriyono.

Pada acara tersebut LP Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah menggandeng 4 madrasah inklusi mitra United Nations Children's Fund yang terdiri atas Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Ungaran, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma'arif Keji, MI Gedanganak, dan MI Pabelan. (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved