Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Peran Penting Kader Palang Merah hingga ke Pelosok Desa Menurut Bupati Demak

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak menggelar pelatihan pembina PMR se- kabupaten Demak guna meningkatkan pengetahuan tentang sistem

Tayang:
Penulis: Moch Saifudin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak menggelar pelatihan pembina PMR se-kabupaten Demak di Ruang Pertemuan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Jumat (1/11/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak menggelar pelatihan pembina PMR se- kabupaten Demak guna meningkatkan pengetahuan tentang sistem pembinaan palang merah remaja (PMR) di Ruang Pertemuan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Jumat (1/11/2019).

Bupati Demak M Natsir yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, pelatihan tersebut sangat dibutuhkan karena sebagian besar wilayah Demak merupakan perdesaan yang melewati banyak sungai dan persawahan.

"Lokasi gedung sekolah yang biasanya berada di pinggiran desa rawan terjadi bencana dan kecelakaan.

Sehingga penting sekali bagi para guru untuk menguasai ilmu dan keterampilan dalam membantu kebencanaan, kecelakaan bagi masyarakat semuanya," jelasnya.

Ia menambahkan dimanapun tempat tinggalnya, baik di kota maupun desa, keberadaan guru sangat dibutuhkan.

Tim Evakuasi Bergerak ke Lokasi Penemuan Jenazah Hangus Terbakar di Lereng Gunung Merbabu

Terbukti Timbun Limbah Berbahaya, DPRD Jateng Minta Pabrik Gula Blora Tutup

Target Zero Stunting, Pemkot Naikkan Anggaran Pemberian Makanan Tambahan Balita di Posyandu

Sindir DPRD Kendal, Ganjar : Ini Bikin Kendal Tidak Jadi Menarik

Lanjutnya, PMI harus bergerak terus.

Salah satu kader PMI merupakan PMR.

Sedangkan PMR ada di setiap sekolah.

"Kalau perlu setiap sekolah menjadi ranting PMR.

Sehingga ke depan anggota PMI tidak kekurangan kader.

Baik di SD, SMP, SMA ada semua,” katanya.

Sementara Kepala Markas PMI Kabupaten Demak, Ade Heriyanto selaku Ketua Panitia menjelaskan, materi dalam pelatihan meliputi kebijakan PMI, gerakan palang merah, managemen PMR, kepemimpinan, perawatan keluarga, pertolongan pertama dan sosialisasi jumpa gembira.

"Seperti merawat bayi, lansia di rumah, dan Sekolah siaga bencana, serta donor darah.

Selain itu lulus serifikat pembina PMR mendapat kelayakan untuk melatih, namun ada standar nilai kelulusan," terangnya.

Ia menambahkan karena alasan jumlah peserta yang cukup banyak, maka kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap.

Tahap yang pertama diikuti oleh 280 guru yang ditunjuk sebagai pembina PMR di masing-masing Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Demak.

Tahap ini, lanjutnya, akan berlangsung selama tiga hari yang dimulai pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 2 November 2019.

Sedangkan tahap berikutnya akan diikuti oleh para guru SMP, MTs, SMA dan MA se Kabupaten Demak akan berlangsung pekan depan.

"Selain itu materi pertolongan pertama, tentang penanganan pertama terhadap teman atau orang sekitar yang pingsan dan luka terbuka, menghadirkan pembicara dari RSUD Sunan Kalijaga," terangnya. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved