Viar Karya Pimpin Pasar Kendaraan Niaga Roda Tiga, 70 Persen Konsumen Viar adalah UMKM
Viar dengan produk mereka Karya masih menjadi pemimpin pasar di Jateng dengan market share 85 persen.
Penulis: rival al manaf | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bertumbuhnya sektor UMKM diiringi dengan banyaknya kebutuhan kendaraan niaga roda tiga.
Di segmen tersebut, Viar dengan produk mereka Karya masih menjadi pemimpin pasar di Jateng dengan market share 85 persen.
Capaian itu bukan tanpa alasan, selalu melihat kebutuhan pasar dan menyajikan inovasi sebagai kunci produsen kendaraan itu memimpin pasar.
Sadar bahwa UMKM memiliki banyak jenis usaha, Viar bahkan menawarkan kendaraan costum sesuai keinginan pembeli.
Ingin membuat foodtruck roda tiga, kendaraan ekspedisi, atau bahkan pemadam, bisa dilayani.
Area Marketing Manager PT Triangle Motorindo, Dwiyanto menyebut 70 persen konsumennya berasal dari sektor UMKM.
Sementara sisanya dari pengusaha besar dan pemerintahan.
"Banyak pelanggan kami memang dari pengusaha kecil dan mikro. Mereka memilih produk kami karena ada beberapa alasan karena ketangguhannya, jumlah varian, harga jual kembali, dan pelayanan aftersale-nya yang menjangkau ke berbagai wilayah," terang Dwiyanto saat ditemui Tribun Jateng.
Ia menjelaskan terkait varian saat ini Karya memiliki enam jenis mulai dari Bit untuk mereka yang bergaya feminin, 150 cc, 150 cc long (bak lebih panjang), 200 cc, 200 cc long, hingga 300 cc.
Setiap varian memiliki segmennya masing-masing.
Bit misalanya yang lebih banyak digunakan konsumen kaum hawa yang memiliki usaha mikro, baik itu penjual sayur keliling, atau makanan.
Sementara itu dari varian 300 cc lebih banyak digunakan untuk UKM yang membutuhkan daya angkut yang lebih berat seperti material bangunan, besi, hingga baja.
Seluruh varian memiliki kisaran harga dari yang paling rendah Rp 23 juta hingga Rp 35 juta.
"Yang berbeda dari pabrikan lain, kami juga melayani permintaan custom, misal konsumen ingin baknya berbentuk boks, atau foodtruck jual kopi, atau damkar, atau bak sampah, kami juga bisa melayani," terangnya.
Ia menjelaskan di pabrik mereka yang berlokasi di Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB) pihaknya juga memiliki karoseri.
Bahkan konsumen meminta custom warna sehingga punya tampilan yang berbeda juga akan dilayani.